Tembus 10,1 juta orang, rekor baru pengguna angkutan umum saat Nataru
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 29 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM ā Arus mobilitas masyarakat Indonesia pada masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) mencatatkan angka yang luar biasa.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan bahwa hanya dalam sembilan hari pelaksanaan, jumlah pengguna angkutan umum telah melampaui angka 10,1 juta orang.
Lonjakan ini menandakan pulihnya gairah perjalanan nasional sekaligus menjadi tantangan besar bagi otoritas transportasi dalam menjaga aspek keselamatan di tengah ancaman cuaca ekstrem.
Berdasarkan data Posko Pusat Nataru Kemenhub, sejak 18 Desember 2025 (H-7) hingga 26 Desember 2025 (H+1 Natal), total penumpang mencapai 10.117.847 orang.
Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 4,85 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebanyak 9.649.440 orang.
Berikut adalah rincian akumulatif pergerakan penumpang berdasarkan moda transportasi:
- Kereta Api: 3.526.380 orang, menjadi primadona utama karena ketepatan waktu dan kenyamanan.
- Angkutan Udara: 2.460.518 orang, mencerminkan tingginya mobilitas jarak jauh dan perjalanan wisata.
- Penyeberangan: 1.731.248 orang, dengan titik krusial di Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk tetap padat.
- Angkutan Darat (Bus): 1.519.397 orang, pergerakan di Terminal Tipe A dan B menunjukkan tren stabil.
- Angkutan Laut: 880.304 orang, menjadi tulang punggung konektivitas di wilayah kepulauan.
Ledakan Kendaraan Pribadi: Jalur Tol vs Arteri
Selain angkutan umum, mobilitas kendaraan pribadi juga mencatatkan angka fantastis. Posko Pusat mencatat total 4.053.761 kendaraan melintas melalui gerbang Tol Jabodetabek.
Sementara itu, di jalur Tol Non-Jabodetabek, pergerakan mencapai 3.370.029 kendaraan.
Kepadatan luar biasa juga terlihat di ruas jalan arteri. Pada wilayah Jabodetabek, tercatat kendaraan keluar mencapai 4,76 juta unit, sementara di ruas arteri Non-Jabodetabek, pergerakan mencapai 4,77 juta kendaraan.
“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Kami terus tekankan kepada para operator untuk meningkatkan pengawasan operasional,” tegas Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dewi, dikutip dari Antara, Senin (29/12/2025).
Strategi Manajemen Lalu Lintas dan SKB
Untuk mengantisipasi antrean panjang akibat kepadatan di jalan tol, Kemenhub bersama Korlantas Polri dan pemangku kepentingan terkait telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB).
Pengaturan ini mencakup pemberlakuan rekayasa lalu lintas yang disesuaikan dengan diskresi Korlantas Polri di lapangan.
Posko Pusat beroperasi non-stop hingga 5 Januari 2026 untuk memantau dinamika dan merespons gangguan secara cepat.
Satu hal yang menjadi perhatian khusus tahun ini adalah potensi curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem.
Kemenhub bekerja sama erat dengan BMKG untuk memberikan informasi terkini kepada para pemudik dan pelancong.
Masyarakat diimbau untuk aktif memperbarui informasi melalui media sosial resmi dan kanal BMKG sebelum berangkat, mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran bersama, dan memastikan kendaraan dalam kondisi prima menghadapi jalanan licin atau genangan air. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar