Saham SUPA Superbank Melantai di BEI dengan Pencatatan yang Spektakuler
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 17 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Perusahaan perbankan digital PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), menjadi salah satu perusahaan terbaru yang menggelar Initial Public Offering (IPO) pada tahun 2025. Proses pencatatan saham perdana ini berlangsung di Main Hall Gedung BEI, Jakarta, pada Rabu (17/12).
Pencatatan saham SUPA menunjukkan pertumbuhan pesat dalam industri keuangan digital di Indonesia. Dalam sesi peluncuran, saham perusahaan langsung melonjak sebesar 24,41 persen atau 155 poin, dengan harga penutupan mencapai Rp 790 per saham. Hal ini menunjukkan antusiasme besar dari para investor terhadap potensi bisnis Superbank.
Dana Segar yang Signifikan untuk Ekspansi Bisnis
Superbank menetapkan harga penawaran umum perdana sebesar Rp 635 per saham dan melepas 4,4 miliar saham baru, yang setara dengan 13 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dengan demikian, perusahaan berhasil mengumpulkan dana segar sebesar Rp 2,79 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk memperluas operasional dan mendukung ekspansi bisnis di masa depan.
Dalam prospektusnya, Superbank menjelaskan bahwa sekitar 70 persen dari dana IPO akan dialokasikan sebagai modal kerja untuk memperluas penyaluran kredit. Sementara itu, sisanya sekitar 30 persen akan digunakan untuk belanja modal, yang akan dilakukan secara bertahap mulai dari tahun 2026 hingga lima tahun ke depan.
Strategi Penggunaan Dana yang Jelas dan Terarah
Selain itu, dana hasil IPO akan digunakan untuk pendanaan, pembiayaan, dan sistem pembayaran. Fokus utama Superbank adalah memberikan solusi digital bagi ritel dan UMKM. Untuk mendukung hal ini, perusahaan akan melakukan investasi dalam infrastruktur, sistem operasional, kecerdasan buatan (AI), data analytics, serta meningkatkan cybersecurity.
Kepala Direktur Superbank, Tigor Siahaan, menyampaikan bahwa hari ini bukan hanya tentang listing, tetapi juga langkah awal menuju kepercayaan. Ia menjelaskan bahwa perusahaan telah mendapatkan izin OJK untuk bertransformasi sepenuhnya menjadi bank digital sejak akuisisi pada 2021-2022.
Kepemimpinan Sekuritas yang Mengawal IPO
Proses IPO Superbank didukung oleh empat perusahaan sekuritas yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Keempatnya adalah PT Mandiri Sekuritas, PT CLSA Sekuritas Indonesia, PT Sucor Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Selain itu, ada dua tambahan yaitu Bahana Sekuritas dan Korea Investment and Sekuritas Indonesia.
Momentum Penting bagi Industri Perbankan Digital
Pencatatan saham SUPA di BEI menjadi momentum penting bagi industri perbankan digital di Indonesia. Dengan kinerja yang mengesankan, perusahaan ini membuktikan bahwa model bisnis digital dapat menarik minat investor dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar