Presiden Prabowo Kritik Kepala Daerah yang Tidak Siap Hadapi Krisis: Lari Saja Tidak Masalah
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 8 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden RI Prabowo Subianto
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Presiden Prabowo Subianto kembali menyoroti pentingnya tanggung jawab para kepala daerah dalam menghadapi situasi darurat. Pernyataan ini muncul setelah seorang bupati di Aceh Selatan diketahui melakukan perjalanan umrah tanpa izin saat wilayahnya sedang dilanda bencana banjir dan longsor.
Pernyataan tajam Prabowo disampaikan saat ia memimpin rapat terbatas untuk menangani bencana di Banda Aceh. Ia menyebut tindakan meninggalkan tugas saat kondisi genting sebagai bentuk desersi, istilah yang biasanya digunakan dalam dunia militer.
“Kalau tentara namanya desersi. Dalam keadaan bahaya, meninggalkan anak buah, waduh… itu enggak bisa. Saya enggak mau tanya partai mana. Sudah kau pecat?” ujar Prabowo dengan nada keras.
Komentar tersebut mendapat respons senyum dari para kepala daerah yang hadir dalam pertemuan tersebut. Meski tidak menyebutkan nama secara langsung, Prabowo jelas merujuk pada Bupati Aceh Selatan Mirwan yang diberitakan pergi umrah tanpa izin saat warga tengah menghadapi bencana.
Tidak Ada Izin untuk Umrah
Berdasarkan informasi yang dirilis oleh Kementerian Dalam Negeri, Bupati Mirwan tidak memiliki izin untuk bepergian ke luar negeri saat wilayahnya sedang dalam kondisi darurat.
Menurut Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Benni Irwan, Mirwan tidak hanya tidak mengantongi izin dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, tetapi juga dari Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Penolakan izin tersebut tertuang dalam Surat Nomor 100.1.4.2/18413 tanggal 28 November 2025.
Alasan penolakan adalah karena Aceh sedang dalam status tanggap darurat bencana hidrometeorologi. Kabupaten Aceh Selatan sendiri telah menetapkan status tanggap darurat penanganan bencana banjir dan tanah longsor berdasarkan keputusan Bupati Mirwan sendiri.
Perintah untuk Pulang
Mendagri Tito Karnavian telah memerintahkan Bupati Mirwan untuk segera kembali ke Indonesia. Pemerintah pusat juga telah memberi instruksi melalui telepon kepada Mirwan agar segera kembali ke wilayahnya.
Benni Irwan menjelaskan bahwa Bupati Mirwan sudah dalam perjalanan pulang dan sedang transit di Kuala Lumpur. Ia akan segera kembali ke Aceh setelah menyelesaikan ibadah umrahnya.
Reaksi Publik dan Politik
Pernyataan Prabowo menunjukkan sikap tegas pemerintah terhadap tindakan para pemimpin daerah yang dinilai tidak bertanggung jawab. Hal ini juga menjadi sorotan publik, terutama di kalangan masyarakat Aceh yang masih berjuang menghadapi dampak bencana.
Beberapa tokoh politik dan pengamat menilai bahwa tindakan Mirwan mencerminkan kurangnya kesadaran akan tanggung jawab kepala daerah dalam situasi darurat. Mereka menilai bahwa tindakan seperti ini bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan daerah.
Selain itu, isu tentang tanggung jawab kepala daerah juga kembali muncul setelah Prabowo menyampaikan pandangannya terkait sistem pemerintahan daerah. Ia menyatakan bahwa kebijakan pemilihan kepala daerah oleh DPRD bisa menjadi solusi untuk meningkatkan akuntabilitas dan tanggung jawab para pemimpin daerah.
Dampak Bencana di Aceh
Banjir dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Selatan, telah menimbulkan kerugian besar. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 37.546 rumah rusak akibat bencana tersebut.
Selain itu, ribuan warga terdampak bencana telah dievakuasi ke tempat-tempat pengungsian. Pemerintah pusat dan daerah terus berupaya memberikan bantuan logistik, termasuk makanan, air bersih, serta obat-obatan.
Meskipun demikian, banyak warga masih merasa khawatir atas ketidakhadiran para pemimpin daerah saat situasi darurat. Mereka berharap para pejabat dapat lebih responsif dan proaktif dalam menghadapi tantangan yang terjadi di wilayahnya. ***

>

Saat ini belum ada komentar