Penyelidikan KPK Terhadap Harta Aset Tanah Bupati Bekasi yang Mencurigakan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 23 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – KPK kini tengah memperhatikan dengan saksama aset-aset tanah yang dimiliki oleh Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang. Dalam laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), terdapat 31 bidang tanah yang tercatat, namun sebagian besar asal-usulnya tidak jelas. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai sumber pendapatan dan kepemilikan aset tersebut.
Aset Tanah yang Tidak Jelas Asalnya
Dari total 31 bidang tanah yang dimiliki Ade Kuswara, hanya dua di antaranya yang tercatat sebagai “hasil sendiri”. Sementara itu, 29 bidang lainnya tidak memiliki keterangan jelas tentang sumber perolehannya. KPK menyatakan bahwa hal ini akan menjadi fokus utama dalam penyelidikan mereka.
Latar Belakang Bupati Termuda
Ade Kuswara Kunang menjadi bupati termuda dalam sejarah Kabupaten Bekasi. Ia dilantik pada Februari 2025 saat masih berusia 31 tahun 6 bulan. Pada masa jabatannya, ia terlibat dalam kasus dugaan suap yang membuatnya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.
Kasus Suap yang Menyeret Keluarga dan Pihak Swasta
Selain Ade Kuswara, KPK juga menetapkan ayahnya, HM Kunang, serta pihak swasta bernama Sarjan (SRJ) sebagai tersangka. Dugaan suap ini berkaitan dengan uang ijon proyek senilai Rp 9,5 miliar yang diduga diterima oleh Ade.
Harta Kekayaan yang Melimpah
Dalam LHKPN, Ade Kuswara tercatat memiliki mobil-mobil mewah seperti Mitsubishi Pajero Sport Dakar, Jeep Wrangler, dan Ford Mustang. Total harta kekayaannya mencapai Rp 79.168.051.653, tanpa adanya utang.
Tanggapan dari KPK
Jubir KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa asal-usul aset harus dicantumkan dalam LHKPN. Jika tidak ada keterangan, maka pelapor dianggap tidak melaporkannya secara lengkap. KPK akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan keabsahan aset tersebut.
Peran LHKPN dalam Pengawasan Harta Kekayaan
LHKPN merupakan salah satu alat penting dalam pengawasan harta kekayaan pejabat negara. Dengan adanya laporan ini, KPK dapat memantau apakah ada indikasi penyalahgunaan wewenang atau tindakan korupsi yang terjadi.
Pertanyaan Mengenai Transparansi
Pertanyaan besar tetap muncul mengenai transparansi dan kejelasan sumber harta kekayaan Bupati Bekasi. Masyarakat menantikan hasil penyelidikan KPK yang akan memberikan jawaban atas teka-teki aset-aset yang tidak jelas asalnya. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar