Pemantauan Valuasi IMAX Pasca-Peningkatan JPMorgan dan Kemitraan dengan Wanda Film
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rab, 17 Des 2025
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Perusahaan teknologi hiburan IMAX (NYSE: IMAX) kembali menjadi sorotan investor setelah adanya peningkatan peringkat dari JPMorgan serta kerja sama baru dengan Wanda Film di Tiongkok. Langkah-langkah ini datang bersamaan dengan penguatan kemitraan konten dan pengembangan pipeline film blockbuster yang semakin kuat.
Peningkatan JPMorgan dan kemitraan dengan Wanda Film tampaknya memberikan dorongan signifikan terhadap kinerja saham IMAX. Dalam sebulan terakhir, harga saham IMAX naik 11,5%, sementara dalam setahun terakhir, kenaikan mencapai 55,5%. Sementara itu, total return selama tiga tahun melebihi 180%, menunjukkan bahwa momentum pasar masih sangat kuat.
Investor yang tertarik pada kinerja IMAX mungkin juga ingin melihat peluang di sektor teknologi dan AI yang berkembang pesat. Beberapa saham teknologi dan media yang berpotensi memiliki momentum serupa bisa menjadi alternatif investasi.
Meski saat ini IMAX berada di level rekor tinggi, valuasi sahamnya masih menunjukkan diskon terhadap beberapa estimasi nilai wajar. Hal ini membuka pertanyaan bagi para investor: apakah ada kesempatan beli yang layak, atau apakah pasar telah memasukkan pertumbuhan berikutnya ke dalam harga saham?
Analisis Perbandingan Harga dan Nilai Wajar
Dari perspektif nilai wajar, IMAX ditutup pada $39,04, sedangkan estimasi nilai wajar terpopuler adalah sekitar $38,81. Ini menunjukkan bahwa saham tersebut sedikit terlalu mahal dibandingkan estimasi nilai wajar. Namun, kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan skala layanan layar premium tetap menjadi faktor utama dalam menentukan valuasi.
Kemampuan operasional yang baik, pengendalian biaya, model kemitraan yang ringan, serta inovasi dalam teknologi proyeksi dan distribusi (seperti streaming acara langsung) terus meningkatkan margin laba dan arus kas. Hal ini memberikan fleksibilitas untuk reinvestasi atau pembagian dividen kepada pemegang saham.
Perspektif Lain: Tingkat Laba yang Tinggi
Dari sudut pandang rasio laba (P/E), IMAX terlihat jauh dari harga murah. Rasio P/E sahamnya mencapai 53,1x, jauh di atas rata-rata industri hiburan AS yang hanya 20,3x, serta rata-rata saham sejenis sebesar 51x. Bahkan, rasio fair value yang kami hitung sebesar 22,1x menunjukkan risiko penurunan signifikan jika sentimen pasar memburuk.
Analisis valuasi IMAX dilakukan melalui metode discounted cash flow (DCF). Hasil perhitungan lengkap dapat dilihat oleh pengguna, termasuk kemampuan untuk memantau hasilnya dalam daftar pantau atau portofolio. Pengguna juga bisa menggunakan alat pencarian saham untuk menemukan 913 saham yang terlihat undervalued berdasarkan arus kas mereka.
Membangun Narasi Investasi Sendiri
Bagi investor yang ingin membangun narasi sendiri atau melakukan uji tekanan asumsi, tersedia opsi untuk membuat analisis IMAX secara custom dalam waktu singkat. Sebagai awal, analisis menyebutkan tiga hadiah utama dan satu isyarat peringatan penting yang bisa memengaruhi keputusan investasi.
Sebelum pasar mengalami perubahan besar, investor bisa menggunakan alat pencarian saham Simply Wall St untuk menemukan ide-ide baru yang didasarkan pada data. Dengan fokus pada peluang pertumbuhan awal, investor bisa meninjau 3626 saham penny dengan fondasi keuangan yang kuat. Selain itu, fokus pada saham undervalued berdasarkan arus kas dan saham dividen dengan yield lebih dari 3% bisa menjadi strategi yang efektif.
Artikel ini disusun sebagai informasi umum dan tidak bertujuan sebagai saran keuangan. Kami menyajikan komentar berdasarkan data historis dan prediksi analis dengan pendekatan yang netral. Artikel ini tidak dimaksudkan untuk merekomendasikan pembelian atau penjualan saham, dan tidak mempertimbangkan tujuan atau situasi keuangan Anda. Kami berkomitmen untuk memberikan analisis berfokus jangka panjang yang didasarkan pada data fundamental. Namun, analisis kami mungkin tidak mencakup pengumuman terbaru perusahaan atau materi kualitatif terkini. Simply Wall St tidak memiliki posisi dalam saham apa pun yang disebutkan dalam artikel ini. ***




