Dipecat! Perjuangan Guru ASN yang Menempuh Jarak 114 Kilometer ke Sekolah
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 31 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Seorang guru di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, menjadi sorotan setelah kisah perjuangannya menempuh jarak sejauh 114 kilometer setiap hari untuk mengajar di sekolahnya. Nasib guru tersebut berubah drastis setelah unggahan video tentang perjalanan harian dan keluhan yang ia sampaikan viral di media sosial.
Kondisi Kerja yang Menantang
Guru bernama Nur Aini (38 tahun) ini tinggal di Bangil, sedangkan sekolah tempat ia mengajar berada di SDN II Mororejo, Kecamatan Tosari. Lokasi sekolah berada di kaki Gunung Bromo, wilayah pegunungan yang membuat medan jalan cukup sulit. Setiap hari, ia harus melakukan perjalanan pulang-pergi sejauh 57 kilometer dari rumahnya hingga tiba di sekolah.
“Rumah saya di Bangil, jarak berangkat ke sekolah sekitar 57 kilometer,” ujar Nur Aini dalam sebuah video yang diunggah oleh advokat Cak Sholeh. Ia mengaku harus berangkat sejak pukul 05.00 WIB pagi dan tiba di sekolah sekitar pukul 07.30 WIB. Perjalanan yang melelahkan ini terus dilakoninya selama beberapa waktu.
Keluhan dan Harapan
Selama bertahun-tahun, Nur Aini merasa kesulitan baik secara fisik maupun finansial akibat jarak yang terlalu jauh. Ia sering kali merasa lelah dan khawatir akan kondisi kesehatannya. Dalam wawancara dengan advokat, ia menyampaikan keinginannya untuk pindah tugas agar lebih dekat dengan rumah.
“Saya ingin pindah ke Bangil, Pak, supaya lebih dekat,” katanya. Namun, harapan itu tidak segera terwujud. Justru, setelah video tersebut viral, Pemkab Pasuruan mengambil langkah tegas dengan memberhentikan Nur Aini sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Reaksi Masyarakat dan Kritik Terhadap Kebijakan
Kisah Nur Aini menimbulkan reaksi luas dari masyarakat. Banyak orang merasa prihatin dengan situasi yang dialami guru tersebut. Beberapa pengguna media sosial menyoroti ketidakadilan dalam sistem kerja guru yang bekerja jauh dari tempat tinggalnya tanpa adanya solusi nyata.
Beberapa ahli pendidikan juga mengkritik kebijakan pemerintah daerah yang tidak mempertimbangkan kondisi nyata para guru. Mereka menilai bahwa sistem penempatan guru perlu diperbaiki agar tidak mengorbankan kesejahteraan dan kesehatan tenaga pendidik.
Dampak Pemecatan
Pemecatan Nur Aini sebagai ASN menimbulkan pro dan kontra. Sebagian masyarakat menilai bahwa tindakan ini terlalu keras, sementara yang lain melihatnya sebagai bentuk disiplin terhadap aturan yang ada. Namun, banyak yang berpendapat bahwa tindakan tersebut tidak memperhatikan aspek kemanusiaan dan keadilan.
Tantangan dalam Sistem Pendidikan Daerah
Peristiwa ini juga menjadi refleksi atas tantangan yang dihadapi sistem pendidikan di daerah-daerah terpencil. Banyak guru yang bekerja jauh dari tempat tinggalnya, tetapi tidak mendapatkan perlindungan atau dukungan yang memadai. Hal ini menunjukkan pentingnya kebijakan yang lebih manusiawi dan realistis dalam mengelola sumber daya manusia di sektor pendidikan.
Kisah Nur Aini menjadi cerminan betapa pentingnya perhatian terhadap kondisi nyata para guru. Di tengah upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan, perlu adanya kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan dan kondisi para tenaga pendidik. Hanya dengan begitu, sistem pendidikan bisa berjalan lebih adil dan efektif. ***

>
>
Saat ini belum ada komentar