Cina Bantu Gaza Rp 1,66 Triliun
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Cina akan memberikan bantuan sebesar 100 juta dolar AS atau sekitar 1,66 triliun rupiah kepada warga Palestina di Gaza untuk mendukung proses rekonstruksi.
“Kemarin, Presiden Xi Jinping menyatakan bahwa Tiongkok dan Prancis akan bekerja sama dalam mencari solusi yang menyeluruh, adil, dan berkelanjutan untuk Palestina. Sebagai tambahan, Tiongkok mengumumkan akan memberikan bantuan sebesar 100 juta dolar AS kepada Palestina guna meringankan krisis kemanusiaan di Gaza serta mendukung proses pemulihan wilayah tersebut,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Jumat seperti dilaporkan.Antara.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengadakan pertemuan dengan Presiden Xi Jinping pada hari Kamis di Beijing. Salah satu topik yang dibahas adalah mengenai proses pemulihan di Wilayah Gaza, Palestina.
“Lebih dari dua tahun telah berlalu sejak konflik di Gaza meletus, yang memicu krisis kemanusiaan yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Tiongkok sangat khawatir terhadap situasi ini,” kata Lin Jian menambahkan.
Sejak perang meletus, Tiongkok telah memberikan berbagai bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa, Mesir, Yordania, serta saluran-saluran lainnya.
“Kami percaya bantuan terbaru senilai 100 juta dolar AS yang diumumkan oleh Presiden Xi Jinping dan ditujukan untuk mengatasi krisis kemanusiaan serta membangun kembali setelah konflik akan berkontribusi pada perbaikan kondisi kemanusiaan di Gaza dan mengurangi penderitaan rakyat Palestina,” kata Lin Jian.
Presiden Xi Jinping, menurut Lin Jian, menyebut isu Palestina sebagai ujian terhadap efektivitas sistem pemerintahan global. Ia mengajak komunitas internasional untuk mengidentifikasi akar masalah secara langsung, mengambil tanggung jawab serta mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki ketidakadilan sejarah dan memperkuat keadilan serta kesetaraan.
“Cina secara tegas mendukung perjuangan rakyat Palestina dalam memulihkan hak-hak nasional mereka yang sah dan akan terus berupaya tanpa henti bersama komunitas internasional untuk mencapai gencatan senjata menyeluruh dan berkelanjutan di Gaza, mengurangi krisis kemanusiaan di sana, serta menyelesaikan masalah Palestina secara politik dengan mendasarkan pada solusi dua negara,” kata Lin Jian menegaskan.
Saat ini, proses pemulihan di Jalur Gaza akan memasuki tahap kedua sesuai dengan rencana perdamaian 20 poin yang diajukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Fase kedua melibatkan pengunduran diri Israel dari wilayah-wilayah tambahan di Gaza, penempatan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF), serta pembentukan sistem pemerintahan baru yang mencakup Dewan Perdamaian yang dipimpin Trump.
Sistem pemerintahan ini akan dipimpin oleh Majelis Perdamaian yang diketuai oleh Trump, terdiri dari sekitar 10 pemimpin dari negara-negara Arab dan Barat, menurut laporan tersebut.
Di bawah Naungan Dewan Perdamaian, akan dibentuk sebuah dewan eksekutif internasional yang terdiri dari mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, utusan khusus Trump Jared Kushner dan Steve Witkoff, serta beberapa pejabat tinggi dari negara-negara yang diwakili dalam Dewan Perdamaian. Blair dikaitkan sebagai pelaku kejahatan perang karena keterlibatannya dalam serangan terhadap Irak pada awal tahun 2000-an.
Pemerintahan teknokratis Palestina akan beroperasi di bawah dewan eksekutif dan terdiri dari antara 12 hingga 15 orang yang memiliki keahlian dalam manajemen dan bisnis, dengan tidak ada satu pun dari mereka yang memiliki keterkaitan dengan Hamas, Fatah, maupun partai atau kelompok Palestina lainnya, demikian laporan tersebut.
Saat ini, Amerika Serikat, Qatar, Mesir, dan Turki sedang melakukan dialog dengan Hamas guna mencapai perjanjian di mana kelompok tersebut akan menyerahkan kendalinya terhadap Gaza dan mulai menghentikan penggunaan senjata.
Mulai Oktober 2023, serangan yang dilakukan Israel telah mengakibatkan kematian minimal 70.125 penduduk Palestina di kawasan tersebut, sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak.
Serangan bom yang berkelanjutan telah mengakibatkan sebagian besar wilayah Gaza tidak layak ditempati, menyebabkan kelaparan dan penyebaran penyakit yang meluas. ***

>

Saat ini belum ada komentar