Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Badan Geologi catat penurunan muka tanah di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya 5 sentimeter per tahun

Badan Geologi catat penurunan muka tanah di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya 5 sentimeter per tahun

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Badan Geologi mencatat sejumlah kota besar di Pulau Jawa mengalami penurunan muka tanah dengan laju lebih dari lima sentimeter per tahun. Hal ini terjadi tidak hanya di pesisir tapi juga di dataran tinggi seperti Bandung.

Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan (PATGTL) Badan Geologi Agus Cahyono Adi mengatakan, Kota Bandung dan secara lebih besar lagi kawasan Bandung Raya mengalami penurunan muka tanah lebih dari lima sentimeter per tahun. Ada berbagai faktor penyebab penurunan muka tanah itu.

Pertama, kata Agus, faktor masifnya industri. Kemudian ada juga alasan tanah lunak dan sedimen muda atau kondisi geologi, urbanisasi yang masif, beban bangunan, serta eksplorasi air tanah yang berlebihan.

”Penurunan muka tanah multifaktor. Wilayah Bandung ini kan terbentuk dari danau purba ya, jadi endapan sedimennya relatif lebih labil daripada daerah yang terbentuk dari bekuan lava yang lebih kuat,” kata Agus Cahyono Adi seperti dilansir dari Antara.

Agus menjelaskan, sejumlah faktor yang menyebabkan penurunan muka tanah tidak semuanya bisa tertanggulangi, khususnya yang berkaitan dengan kegeologian. Namun, ada faktor yang bisa tertanggulangi untuk meminimalisasi penurunan muka tanah, yaitu penghentian penggunaan air tanah.

”Faktor alam tidak bisa (dikendalikan), yang bisa dikendalikan adalah mengurangi penggunaan air tanah,” tandas Agus Cahyono Adi.

Selain Bandung, daerah lain yang mengalami penurunan muka tanah lebih dari lima sentimeter adalah Jakarta Utara, Semarang (Genuk, Tanjung Mas, dan Kaligawe), kemudian Sayung di Demak, pesisir Pekalongan, serta Surabaya sebelah timur dan utara.

Plt Kepala Badan Geologi Lana Saria menjelaskan, faktor penyebab penurunan tanah itu adalah kondisi geologi. Yakni sedimen atau endapan berumur muda dan tanah lunak. Yang kemudian memperparah adalah eksploitasi air tanah secara berlebihan, beban bangunan, dan urbanisasi masif.

”Ketika berkombinasi dengan adanya kenaikan muka laut karena pemanasan global, penurunan tanah yang terjadi berpotensi melahirkan risiko banjir dan rob secara permanen,” papar Lana Saria.

Dampak lain menurut dia, kerusakan infrastruktur dan bangunan, serta menurunnya kualitas hidup dan lingkungan terkait masalah kesehatan dan sanitasi. Serta kerugian ekonomi akibat meningkatnya biaya perbaikan bangunan dan infrastruktur di daerah terdampak dan hilangnya wilayah daratan.

Dia menuturkan, dampak amblasan atau penurunan tanah (land subsidence) merupakan salah satu ancaman bencana yang terjadi dalam waktu lama, namun berdampak cukup luas. Umumnya meliputi wilayah perkotaan, industri, dan pemukiman padat.

Amblasan yang terjadi di wilayah pesisir utara Pulau Jawa, berdasar pemantauan Badan Geologi, telah membuat daratan seperti Jakarta dan Semarang sejajar atau bahkan lebih rendah dari muka laut atau hilang. Perubahan daratan menjadi perairan yang permanen itu menghilangkan permukiman dan tambak dari peta daratan.

”Banjir rob meluas di Jakarta Utara, Kabupaten dan Kota Pekalongan, Kota Semarang, dan Kabupaten Demak,” kata Lana.

Kondisi tanah amblas juga bisa dilihat dari perubahan garis pantai, pembangunan tanggul-tanggul laut, dan aktivitas pemompaan banjir. Namun demikian, untuk wilayah Jakarta, Badan Geologi menyatakan terjadi pelandaian penurunan tanah di cekungan air tanah.

Berdasar pengukuran global positioning system (GPS) dalam kurun 2015-2023 terjadi penurunan tanah antara 0,05 hingga 5,17 sentimeter per tahun. Penurunan muka tanah di Jakarta bahkan disebut relatif tidak terlihat sejak 2020 hingga sekarang.

”Ada pun berdasar hasil pengukuran GPS sebelumnya, pada periode 1997-2005, laju penurunan tanah di Jakarta beragam mulai dari 1-10 hingga 15-20 sentimeter per tahun,” terang Lana Saria.

Sementara menurut laporan World Economic Forum (WEF) yang terbit November, sebagian wilayah Jakarta tercatat mengalami amblesan hingga 28 sentimeter. Jakarta, begitu juga Semarang, disebutkan termasuk yang sedang tenggelam dengan laju 10 sampai 20 kali lebih cepat daripada kenaikan muka air lautnya. ***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prakiraan Cuaca, Surabaya

    Prakiraan Cuaca Surabaya: Perubahan Iklim yang Harus Diperhatikan

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 34
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Cuaca di kota Surabaya pada hari ini menunjukkan variasi yang signifikan. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian wilayah kota diprakirakan mengalami cuaca cerah di pagi hari. Namun, prakiraan ini tidak merata di seluruh area, sehingga masyarakat perlu tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi kapan saja. Pada siang hari, […]

  • Format Kompetisi D Academy 7 Jadwal Live Streaming D'Academy 7

    Jadwal Live Streaming D’Academy 7 Malam Ini, Saksikan Arbil, April, Mila dan Tasya

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 547
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Malam ini, para penggemar musik dangdut di Indonesia akan dapat menyaksikan pertunjukan spesial dari D’Academy 7. Acara yang menampilkan bakat-bakat terbaik dari berbagai daerah akan digelar pada Senin, 10 November 2025. Penayangan dimulai pukul 19.00 WIB dan bisa disaksikan melalui live streaming. Peserta Top 8 Show Malam Kedua Empat peserta terpilih dari babak Top […]

  • Gaji dan Tunjangan PPPK Paruh Waktu 2025

    Gaji dan Tunjangan PPPK Paruh Waktu 2025

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 234
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Gaji dan Tunjangan PPPK Paruh Waktu 2025. Informasi mengenai gaji, kontrak, tunjangan, THR, dan jam kerja untuk PPPK paruh waktu yang perlu diketahui. PPPK Jangka Pendek merupakan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ditunjuk melalui kesepakatan kerja dengan jam kerja yang lebih fleksibel dan tidak sepenuhnya penuh waktu. Saat ini proses pengangkatan PPPK Paruh […]

  • Tiara Andini ungkap keseruan syuting video Cinta Seperti Aku

    Tiara Andini ungkap keseruan syuting video Cinta Seperti Aku

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 117
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Penyanyi Tiara Andini mempersembahkan video musik untuk lagu yang berjudul Cinta Seperti Aku. Video tersebut menampilkan kedalaman emosi dan kedewasaan Tiara Andini dengan latar keindahan lanskap Singapura yang beragam. Lagu Cinta Seperti Aku juga mendapat apresiasi atas liriknya yang menyentuh dan jujur, dipadukan dengan tempo yang santai serta penyampaian yang ekspresif. Video musik menampilkan […]

  • Jaga Surabaya Kondusif, TNI-Polri Gelar Patroli Skala Besar Pasca Pengesahan Warga Silat

    Jaga Surabaya Kondusif, TNI-Polri Gelar Patroli Skala Besar Pasca Pengesahan Warga Silat

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 239
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Aparat gabungan TNI dan Polri menggelar patroli skala besar untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Kegiatan yang berlangsung sejak Sabtu (28/6/2025) malam hingga Minggu (29/6/2025) dini hari ini digelar sebagai langkah antisipasi pasca kegiatan pengesahan warga baru salah satu organisasi pencak silat di Surabaya. Patroli […]

  • Proyek Monumen Reog Ponorogo

    Penyidik KPK Geledah Rumah Mantan Pejabat Disbudparpora Ponorogo

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 123
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan di wilayah Kabupaten Ponorogo. Kali ini, fokusnya pada mantan pejabat Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo, Yesi Daniel Tri Baskoro. Penggeledahan dilakukan di rumahnya yang berada di Perumahan Kertosari Estate, Kecamatan Babadan. Rekam Jejak Yesi Daniel Tri Baskoro Yesi Daniel Tri Baskoro bukanlah sosok […]

expand_less