Perubahan Volume Sampah Selama Musim Hujan di TPA Jabon Sidoarjo Meningkat
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Musim hujan sering kali membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pengelolaan sampah. Di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur, khususnya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jabon, volume sampah yang masuk meningkat dibandingkan hari-hari biasa. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor yang berkaitan dengan aktivitas normalisasi sungai dan peningkatan kegiatan masyarakat selama musim hujan.
Peningkatan Volume Sampah
Secara umum, rata-rata volume sampah yang masuk ke TPA Jabon adalah sekitar 550 ton per hari. Namun, selama musim hujan, angka ini sedikit meningkat menjadi sekitar 600 ton per hari. Kenaikan ini terutama terjadi pada hari Senin dan Selasa, yang merupakan puncak dari aktivitas pengangkutan sampah dari berbagai sumber.
Kepala UPTD TPA Jabon, Hajid Arif Hidayat, menjelaskan bahwa kenaikan volume sampah ini tidak lepas dari proses normalisasi sungai yang dilakukan oleh instansi terkait. Sampah yang dihasilkan dari kegiatan tersebut kemudian dikirim ke TPA untuk diolah lebih lanjut.
Jenis Sampah yang Masuk
Sampah yang masuk ke TPA Jabon dibagi berdasarkan jenisnya. Ada sampah rumah tangga, sampah pasar, sampah dari penanganan PUBSDA, serta sampah hasil normalisasi sungai. Menurut Hajid, persentase sampah organik dan anorganik relatif seimbang, dengan sekitar 50-60 persen berupa sampah organik dan sisanya adalah sampah anorganik.
Selain itu, ada juga sampah besar seperti kasur yang sering kali dibuang oleh masyarakat. Meski jarang terjadi, sampah-sampah besar ini tidak diolah langsung oleh TPA Jabon, melainkan diambil oleh pemulung untuk dijual kembali sebagai barang bekas.
Proses Pengolahan Sampah
Proses pengolahan sampah di TPA Jabon mencakup beberapa tahap. Sampah yang masuk akan dipilah sesuai kategorinya. Sampah dari sungai biasanya dimasukkan ke dalam landfill, yaitu area yang digunakan untuk menumpuk sampah yang tidak dapat didaur ulang. Sementara itu, sampah yang bisa didaur ulang, seperti plastik atau logam, akan diproses lebih lanjut.
Hajid memastikan bahwa meskipun volume sampah meningkat selama musim hujan, TPA Jabon masih mampu menampung dan mengelola sampah tersebut. Ia menyatakan bahwa saat ini, kapasitas TPA masih cukup untuk menangani kenaikan volume sampah.
Dampak Musim Hujan Terhadap Pengelolaan Sampah
Musim hujan tidak hanya memengaruhi jumlah sampah yang masuk ke TPA, tetapi juga memengaruhi cara pengelolaannya. Misalnya, sampah yang berasal dari normalisasi sungai sering kali mengandung sedimen yang bisa dimanfaatkan untuk penguatan tanggul. Namun, sebagian besar sampah tetap harus diolah di TPA.
Selain itu, musim hujan juga memicu peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah. Banyak warga yang mulai lebih waspada dalam membuang sampah, terutama di daerah-daerah yang rawan banjir akibat sampah yang tersumbat di saluran air.
Upaya Pemerintah dan Masyarakat
Pemerintah setempat terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah. Salah satunya adalah dengan memperkuat kerja sama antara instansi terkait dan masyarakat. Selain itu, edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan juga terus dilakukan.
Masyarakat juga diminta untuk lebih aktif dalam mengelola sampah mereka sendiri. Misalnya, dengan memilah sampah sebelum dibuang, sehingga mempermudah proses daur ulang dan mengurangi beban TPA. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar