Film Agak Laen 2 Capai 600 Ribu Penonton dalam Dua Hari, Tiket Box Office di Tangan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 20 menit yang lalu
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Film Agak Laen 2 atau Agak Laen: Menyala Pantiku, benar-benar membara sejak hari pertama tayangnya dan semakin membara lagi pada hari kedua. Dengan tren yang sangat menggembirakan, film ini memastikan tempatnya sebagai film box office.
Film Agak Laen: Menyala Pantiku pada hari pertama tayangannya pada Kamis (27/11), mampu menarik sebanyak 272.846 penonton ke bioskop.
Pada hari kedua pemutaran, jumlah penonton meningkat signifikan, hampir dua kali lipat dibandingkan hari pertama.
“Tambah banyak weee. Mauliate godang 605.280 pasukan yang hingga hari kedua selalu hadir sekaligus selalu muncul sebagai saksi bisu pasangan ini,” tulis akun Instagram @imajinari.id.
“Waktunya yang belum menonton ajak keluarga, teman-teman berkumpul, pak RT dan pak RW, serta semua orang ke bioskop hari ini!,” tambahnya.
Jika dibandingkan dengan hari pertama film Agak Laen, film Agak Laen 2 jauh lebih unggul. Pada hari pertama tayang, versi pertama film tersebut hanya mampu menghadirkan 181.689 penonton saat dirilis tahun lalu. Sementara itu, film Agak Laen 2 ditonton oleh 272.846 orang pada hari pertamanya.
Film Agak Laen 2 disutradarai oleh Muhadakly Acho. Film ini tidak merupakan sekuel atau prekuel dari film pertama. Versi kedua film dapat dikatakan mandiri karena menyajikan kisah yang baru.
Film Agak Laen yang pertama secara keseluruhan tampil luar biasa saat dirilis di bioskop pada 2024, dengan jumlah penonton mencapai 9,1 juta orang, sehingga menjadikannya sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa setelah film Jumbo dan KKN di Desa Penari.
Sinopsis Film Agak Laen 2
Film Agak Laen 2 dibintangi oleh Boris Bokir, Bene Dion, Oki Rengga, dan Indra Jegel. Ceritanya mengisahkan persaingan mereka sebagai “detektif” polisi yang selalu diakhiri dengan kekacauan. Jika tugas kali ini kembali gagal, maka karier mereka sebagai detektif akan berakhir sebelum bisa bersinar.
Mereka menjalani misi yang tidak masuk akal dengan berpura-pura dan menyusup ke sebuah panti jompo yang penuh rahasia.
Mereka melakukan penyamaran guna mengungkap identitas di balik kasus pembunuhan anak wali kota yang disebutkan bersembunyi di panti jompo.
Empat detektif ini menggunakan pendekatan yang berbeda. Bene-Jegel berpura-pura menjadi perawat. Sementara itu, Boris-Oki melakukan tindakan penyamaran yang lebih tidak terduga.
Proses penyamaran ini menghadapi hambatan dan tantangan yang tidak terduga, menyebabkan ketegangan, memicu perasaan, bahkan menimbulkan kekocakan.
Selain menghadapi tugas penting yang tidak mudah, mereka juga dihadapkan pada kenyataan kehidupan yang berkaitan dengan kehidupan pribadi mereka.
Oki berjuang keras mencari uang untuk anak pertamanya, Boris menghadapi perpisahan yang menyakitkan, Bene kesulitan karena biaya kuliah adiknya, dan Jegel harus merawat ibunya di kampung. ***





Saat ini belum ada komentar