Fenomena Peningkatan Permohonan Cerai di Kalangan ASN Jawa Timur
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Peningkatan jumlah permohonan cerai dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jawa Timur menjadi perhatian serius bagi Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Setiap minggunya, ia menghadapi tumpukan berkas yang diajukan oleh belasan hingga puluhan ASN. Hal ini menunjukkan tren yang signifikan dalam tingkat perceraian di lingkungan pemerintahan provinsi tersebut.
Profesi yang Paling Dominan
Dari data yang diperoleh, profesi yang paling banyak mengajukan izin cerai adalah guru dan tenaga kesehatan. Keduanya merupakan bagian dari sektor publik yang memiliki tanggung jawab besar terhadap masyarakat. Namun, kondisi ini juga mencerminkan tekanan psikologis dan emosional yang cukup berat bagi para ASN.
Beban Batin Gubernur
Khofifah secara terbuka mengakui bahwa setiap kali harus menandatangani dokumen yang berpotensi memutus ikatan keluarga, ia merasa terbebani. Untuk menghadapi beban tersebut, ia kerap melakukan shalat malam sebagai upaya mencari ketenangan batin. Proses ini dilakukan setiap malam Jumat sebelum ia harus menyetujui dokumen-dokumen tersebut.
Pentingnya Ketahanan Keluarga
Gubernur Khofifah menekankan pentingnya menjaga ketahanan keluarga. Ia mengharapkan fenomena ini menjadi refleksi mendalam bagi seluruh ASN agar tidak membawa masalah emosi di tempat kerja ke rumah tangga. Dengan demikian, produktivitas dan kerukunan di lingkungan kerja dapat tetap terjaga.
Perlu Refleksi Mendalam
Fenomena peningkatan perceraian di kalangan ASN tidak hanya menjadi isu individu, tetapi juga menjadi tantangan bagi sistem pemerintahan. Khofifah menyatakan bahwa hal ini harus menjadi bahan refleksi agar emosi kerja tidak merusak hubungan rumah tangga. Dengan demikian, kestabilan dan harmoni di lingkungan kerja serta keluarga dapat dipertahankan. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar