Pentingnya Komunikasi Positif Antara Orang Tua dan Anak dalam Membentuk Kesehatan Mental

SERBA-SERBI627 Dilihat

Diagram Kota Surabaya – Komunikasi merupakan salah satu aspek penting dalam hubungan antara orang tua dan anak. Penggunaan kata-kata baik oleh orang tua saat berkomunikasi dengan anak dapat memiliki dampak yang sangat kuat terhadap kesehatan mental serta kesejahteraannya.

Ketika orang tua menggunakan bahasa yang positif, menghargai, mendukung, dan memotivasi anak, hal ini tidak hanya menciptakan ikatan emosional yang kuat tetapi juga memberikan fondasi bagi perkembangan psikologis yang sehat pada anak.

Ketika sebuah keluarga menerapkan pola komunikasi positif di rumah, akan ada suasana harmonis di mana setiap anggota keluarga merasa didengar, dipahami, dan diterima secara penuh.

Ini memberikan rasa aman kepada anak-anak sehingga mereka lebih mudah mengekspresikan diri tanpa takut dicemooh atau diabaikan. Dengan demikian, kepercayaan diri mereka tumbuh bersama dengan kemampuan untuk mengelola emosi dengan lebih baik.

Selain itu, komunikasi positif juga memainkan peranan penting dalam pembentukan pola pikir serta perilaku anak. Saat orang tua memberikan dukungan verbal secara konstan kepada anak-anak mereka melalui kata-kata motivasi dan dorongan positif.

Hal tersebut dapat meningkatkan keyakinan diri si kecil untuk mencoba hal-hal baru serta belajar dari kesalahan-kesalahannya.

Dalam situasi ketika seorang anak melakukan kesalahan atau menghadapi tantangan sulit, respons pertama dari orang tuanya bisa menjadi penentu bagaimana sang anak akan merespons situasinya tersebut secara emosional maupun perilaku selanjutnya.

Dengan menggunakan kata-kata bijaksana seperti “Ayo kita coba lagi” atau “Tidak apa-apa gagal sekali ini”, orang tua dapat membantu menjaga stabilitas emosional si kecil sambil tetap mendorongnya untuk berkembang lebih lanjut.

Ditulis laman HIndustan Times, Jumat (17/5), Psikoterapis Mansi Poddar juga mengatakan ketika umpan balik menyoroti upaya dan kemajuan hal itu memvalidasi upaya anak merayakan pertumbuhan mereka.

“Hal ini membangun kepercayaan diri dan citra diri yang positif. Daripada mengatakan ‘pekerjaan bagus’, lebih baik ‘Saya menyukai cara kamu menggunakan warna berbeda dalam gambar itu’,” katanya.

Mansi Poddar mengungkapkan umpan balik dengan komentar positif dapat membawa kegembiraan sejati dalam pembelajaran dan pencapaian anak. Hal ini memupuk kecintaan terhadap pembelajaran dan motivasi diri. Beri apresiasi pada kerja keras yang dilakukan seorang anak.

Menurutnya, anak-anak belajar mengidentifikasi dan mengelola emosinya ketika orang tua memberikan umpan balik yang mengakui perasaannya.

Ini memupuk kecerdasan emosional, dan berfokuslah pada bagaimana perilaku mereka memengaruhi Anda seperti saat anak bisa berbagi mainan dengan temannya.

“Ketika kita merayakan upaya demi tantangan, hal ini membantu meningkatkan ketahanan pada anak. Tanggapan sederhana seperti, ‘Saya tahu ujian itu sulit, tetapi kamu terus berusaha!’, dapat membuat perbedaan besar.

“Di sini anak-anak belajar bahwa kesalahan adalah batu loncatan, bukan kemunduran. Hal ini membangun ketabahan dan kemampuan untuk bangkit kembali dari kemunduran,” jelasnya.

Sementara itu Psikoterapis Sandy Dias Andrade mengatakan ketika orang tua berbicara kasar, kritis, tidak sabar, anak akan merasa dirinya tidak baik-baik saja dan tidak merasa dicintai.

Validasi dan memberi semangat tidak hanya bisa diungkapkan dengan kata-kata namun juga saat melihat anak dan melalui sentuhan.

Melalui sentuhan kita dan dalam cara kita berhubungan dengan mereka, dalam beberapa cara itu memvalidasi siapa mereka pada tingkat keberadaan yang lebih dalam. Mereka merasa dilihat apa adanya.

“Hal ini membangun kenyamanan alami dan rasa percaya diri dalam diri mereka sendiri dan dalam kebersamaan dengan orang lain dan di dunia, sebagaimana adanya. Kami bertindak sebagai cerminan jiwa batin mereka,” katanya.

Penting bagi para orang tua untuk menyadari bahwa cara mereka berkomunikasi dengan anak-anak memiliki dampak besar pada perkembangan psikologis serta kesejahteraannya.

Dengan menggunakan kata-kata baik sebagai alat bimbingan, para orangtua dapat membantu menciptakan lingkungan komunikatif yang mendukung pertumbuhan optimal dari segi mental maupun emosional bagi buah hati mereka. (dk/akha)

*Artikel ini dikutip dari berbagai sumber.

Share and Enjoy !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *