Mengenali Tanda dan Ciri Angin Puting Beliung untuk Meminimalisir Risiko

NEWS943 Dilihat

Diagram Kota Surabaya – Angin puting beliung merupakan ancaman yang sering melanda beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Rancaekek Bandung dan juga di wilayah Jawa Timur.

Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani mengatakan, meskipun sulit diprediksi secara akurat, angin puting beliung dapat dikenali melalui beberapa tanda dan ciri khasnya.

“Tanda-tanda yang perlu diketahui masyarakat untuk dapat lebih waspada dan meminimalisir risiko yang muncul,” kata Andri, kepada awak media, Rabu (28/2/2024)

Menurut Andri, salah satu tanda yang dapat dikenali adalah udara yang terasa panas dan pengap pada malam hingga pagi hari menjelang terjadinya angin puting beliung. Juga terlihatnya tumbuhnya awan cumulonimbus pada pagi hingga siang hari juga menjadi indikator adanya angin puting beliung.

Awan cumulonimbus dengan cepat akan berubah warna menjadi gelap pada siang hingga sore harinya. Selain itu, angin kencang akan muncul disertai turunnya hujan dengan intensitas tinggi atau deras serta udara yang terasa dingin.

Andri Ramdhani menjelaskan, angin puting beliung memiliki ciri khas berupa kejadian yang bersifat lokal dengan jarak sekitar 5-10 kilometer dan berlangsung dalam waktu yang singkat, sekitar 3-5 menit.

Bentuk pusaran anginnya bergerak secara garis lurus dengan kecepatan yang cukup tinggi. Kejadian angin puting beliung lebih sering terjadi pada waktu siang atau sore hari, khususnya antara pukul 13.00-17.00 saat masa pancaroba.

Namun, perlu diperhatikan bahwa kejadian angin puting beliung jarang sekali berulang di tempat yang sama.

“Dengan mengenali tanda dan ciri angin puting beliung, masyarakat dapat menjadi lebih waspada dan meminimalisir risiko yang muncul. Meskipun tidak dapat menghindari materi yang terkena dampak, risiko terhadap korban jiwa dapat dicegah,” kata Andri.

Andri juga mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten/Kota untuk memetakan wilayah yang berpotensi terjadi angin kencang sebagai upaya mitigasi bencana.

Dalam menghadapi ancaman angin puting beliung, kesadaran masyarakat akan tanda dan ciri khasnya sangat penting.

“Dengan pengetahuan yang tepat, kita dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk melindungi diri dan orang-orang terdekat kita,” pungkasnya. (dk/akha)

Share and Enjoy !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *