Pemerintah Alokasikan Rp59,3 Miliar untuk Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 8 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menyediakan dana bantuan untuk mahasiswa yang terkena dampak banjir bandang dan tanah longsor di beberapa daerah Sumatera.
Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Fauzan Adziman, dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (8/12/2025).
Fauzan menyampaikan bahwa bantuan disalurkan melalui skema Program Indonesia Pintar (PIP) untuk mahasiswa yang menjadi korban bencana alam.
“Bantuan biaya hidup sebesar Rp 1.250.000 per bulan atau Rp 3.750.000 untuk tiga bulan,” ujar Fauzan dalam rapat.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menyediakan anggaran sebesar Rp 59,375 miliar yang ditujukan untuk 15.833 mahasiswa.
“Anggaran yang tersedia mencapai Rp 59,375 miliar untuk sebanyak 15.833 mahasiswa,” kata Fauzan.
Fauzan mengatakan data sementara menunjukkan jumlah mahasiswa yang terkena dampak lebih besar daripada anggaran yang tersedia.
“Kemarin data mahasiswa yang terdampak sekitar 18.000. Jadi memang secara jumlah cukup mendekati dengan jumlah mahasiswa yang terkena dampak,” tegasnya.
Dampak banjir Sumatera
Tiga wilayah di Pulau Sumatera, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, terkena dampak banjir serta tanah longsor akibat hujan lebat yang terus-menerus mengguyur selama enam hari pada akhir November hingga awal Desember 2025.
Bencana ini menyebabkan kematian, cedera, serta kerusakan besar terhadap infrastruktur dan lingkungan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengupdate informasi jumlah korban jiwa akibat kejadian banjir dan tanah longsor di Sumatera.
Sampai hari Minggu (7/12/2025) pukul 17.00 WIB, tercatat sebanyak 940 orang meninggal, 276 orang masih hilang, serta 5.000 orang mengalami cedera.
Sebanyak 147.000 rumah mengalami kerusakan dan 52 kabupaten/kota terkena dampaknya.
BNPB mencatat jumlah korban jiwa terbanyak berada di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sebanyak 172 orang.
Di sisi lain, Aceh Utara menjadi daerah yang memiliki jumlah pengungsi terbesar, yaitu sebanyak 304.000 jiwa.
Angka korban jiwa, hilang, dan pengungsi diperkirakan akan terus meningkat seiring berjalannya proses evakuasi serta pembersihan bahan banjir dan tanah longsor.
Beberapa bagian jalan masih terganggu, sementara pasokan listrik dan komunikasi belum sepenuhnya pulih.
Tempat ibadah, sekolah, serta beberapa universitas juga mengalami dampak. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar