Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » POLITIK » Radio Rimba Raya, Pilar Kemenangan Aceh dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Radio Rimba Raya, Pilar Kemenangan Aceh dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Di tengah-tengah bencana lingkungan yang menimpa Pulau Sumatera, termasuk Aceh, tiba-tiba muncul potongan video yang membahas peran penting Aceh dalam masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Video tersebut menampilkan wajah seorang pria kulit putih.

Selain menjelaskan peran Aceh dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, pencerita juga ingin menyampaikan: jangan lupa pada Aceh!

Dia bilang begini:

Aceh, suara yang datang dari hutan yang menyelamatkan Indonesia. Jangan pernah lupa akan sejarah ini. Ketika Indonesia nyaris hancur, Aceh bangkit! Pada tahun 1948, Belanda kembali dengan Agresi Militer Kedua. Jakarta jatuh, Yogyakarta dikuasai. Seluruh pemancar radio Indonesia dihancurkan. Dunia mengira: Indonesia sudah mati! Namun, dari dalam hutan lebat Gayo, dari pusat bumi Aceh Tengah, muncul sebuah suara yang mengguncang dunia. Radio Rimba Raya! Ini adalah napas terakhir republik. Ini adalah suara kemerdekaan. Radio ini dimiliki oleh TNI Divisi X yang dipimpin oleh Kolonel Husein Jusuf, dibeli dari Singapura, diselundupkan, dan disembunyikan di tengah hutan. Aceh tidak hanya memberikan tempat. Aceh memberikan jiwa, pikiran, dan keberanian. Radio ini siaran dalam bahasa Inggris, Belanda, Arab, Urdu, dan Mandarin. Dari tanggal 23 Agustus hingga 2 November 1949, dunia mendengar kabar dari hutan Aceh: Indonesia belum kalah. Republik masih hidup. Belanda menjadi marah. Radio Hilversum di Belanda yang menyebarkan propaganda kekalahan Indonesia, diam oleh kebenaran dari Aceh. Dan karena suara dari Aceh itulah, Konferensi Meja Bundar (KMB) diadakan di Den Haag. Di sana, Belanda dipaksa mengakui: Indonesia adalah bangsa yang merdeka dan berdaulat penuh. Tanpa Aceh, dunia tidak akan tahu bahwa Republik masih ada. Tanpa Aceh, tidak akan ada diplomasi udara yang menyelamatkan nama Indonesia. Aceh adalah benteng terakhir! Aceh adalah penjaga nyawa republik. Aceh bukan sekadar wilayah, tapi fondasi sejarah bangsa. Radio Rimba Raya bukan hanya alat komunikasi, ia adalah suara Aceh yang menyalakan kembali semangat nasional. Ia adalah awal dari Voice of Indonesia, dan bukti bahwa Aceh tidak pernah diam saat negeri ini dalam bahaya. Sekarang kita memiliki teknologi canggih, tetapi dahulu Indonesia bertahan karena keberanian Aceh. Aceh, suara dari hutan yang menyelamatkan.

Benar, Aceh memiliki peran penting dalam upaya menjaga kemerdekaan Indonesia. Masih ingatkah narasi yang menyebutkan bahwa rakyat Aceh berkontribusi melalui iuran dan dana yang mereka kumpulkan, yang kemudian disumbangkan untuk membeli pesawat tempur bagi Indonesia?

Serangan militer Belanda menyebabkan Indonesia mengalami kerusakan parah, namun hal itu tidak berarti Indonesia sudah hancur. Pada masa ini, Belanda berhasil memperoleh Yogyakarta yang saat itu menjadi ibu kota Indonesia. Jakarta? Sudah lebih dulu jatuh.

Namun dalam situasi darurat seperti itu, masih terdapat Aceh. Seperti yang disebutkan dalam narasi di atas, “Aceh adalah napas terakhir Republik Indonesia!”

Salah satu hal yang paling dikenang dari Aceh adalah ketika masyarakatnya menyumbangkan dana yang digunakan untuk membeli pesawat terbang. Pesawat tersebut kemudian digunakan untuk mengangkut obat-obatan dari India ke Kota Yogyakarta, karena banyak tentara Indonesia terluka akibat agresi Belanda.

Berdasarkan beberapa catatan, masyarakat Aceh secara sukarela memberikan sumbangan berupa uang dan emas sehingga terkumpul dana sebesar 120 ribu dolar Malaya, yang setara dengan 20 kilogram emas. Dana tersebut berasal dari donasi masyarakat Aceh, khususnya dari Gabungan Saudagar Indonesia Daerah Aceh (GASIDA) serta warga biasa.

Pesawat yang dibeli dari Singapura diberi nama Seulawah RI-001, yang berarti gunung emas. Gunung Emas merupakan salah satu gunung terkenal di Aceh.

Selain itu, penduduk Aceh juga memberikan berbagai senjata, makanan, dan pakaian kepada pemerintah Indonesia selama Agresi Militer Belanda II.

Selain itu, seperti yang disebutkan di awal, di Acehlah Republik Indonesia masih bertahan, dalam bentuk siaran radio.

Sejak tahun 1946, Aceh telah memiliki sebuah stasiun radio yang berada di Kutaraja. Tahun berikutnya, Aceh kembali membangun stasiun radio di Aceh Tengah dengan nama Radio Rimba Raya.

Dua stasiun pemancar ini memiliki peran penting selama masa perang kemerdekaan, di mana komunikasi tetap berjalan dengan lancar dan pihak Indonesia masih mampu berhubungan dengan dunia luar saat Agresi Militer Belanda II terjadi.

Tidak hanya itu, saat menghadapi Agresi Militer Belanda II, para pemimpin Aceh disebut telah menyiapkan enam rencana yang canggih, yaitu:

  1. Membentuk kekuatan senjata dalam rangka perang gerilya
  2. Menyiapkan senjata tambahan dari luar negeri
  3. Membentuk personel yang sudah memahami lokasi-lokasi penting, seperti bandara udara, menara pemancar radio, dan sebagainya.
  4. Menyiapkan dana yang dibutuhkan untuk pengeluaran dalam rangka menjaga keamanan Aceh
  5. Menyediakan logistik dan menentukan lokasi dalam kondisi perang gerilya
  6. Menyiapkan lokasi baru untuk pasukan dalam menghadapi kemungkinan Aceh jatuh ke tangan Belanda

Rencana-rencana tersebut mampu mengatasi Agresi Militer Belanda II, terbukti dari tidak jatuhnya Aceh ke tangan Belanda.

Perang Radio Rimba Raya

Peran Radio Rimba Raya tertulis dalam sebuah monumen, Tugu Perjuangan Radio Rimba Raya, yang berada di Kampung Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Berikut narasinya:

Saat itu sangat kritis…

Pada hari 19 Desember 1948, Ibu Kota Negara Republik Indonesia di Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda. Radio Republik Indonesia yang menyiarakan suara Indonesia Merdeka ke seluruh dunia, tidak lagi beroperasi. Radio Hilversum dari Belanda secara keras menyampaikan bahwa Republik Indonesia telah hancur. Sebagian masyarakat dunia percaya dengan berita tersebut.

Pada saat situasi semakin memprihatinkan, pada malam tanggal 20 Desember 1948, RRR (Radio Rimba Raya) siaran melalui udara menyampaikan bahwa Republik Indonesia yang berlandaskan PANCASILA masih eksis dan Revolusi 1945 tetap berlangsung.

Pada tanggal 19 Desember 1948, Gubernur Militer Aceh, Langkat, dan Tanah Karo dalam rapat Dewan Pertahanan Daerah mengambil keputusan, bahwa pada tanggal 20 Desember 1948, stasiun RADIO yang kemudian diberi nama Radio Rimba Raya harus sudah siaran.

Aceh, IBU KOTA REPUBLIK INDONESIA, dalam menghadapi berbagai kejadian yang terjadi, mempersiapkan diri dengan mendatangkan sebuah pemancar yang kuat dari luar negeri.

Di Ronga-ronga ini, akhirnya setelah melalui proses perjalanan yang panjang, Radio Rimba Raya menetap, dan pada tanggal 20 Desember 1948 secara rutin mulai siaran.

Radio Rimba Raya (RRR) merupakan stasiun radio darurat yang beroperasi dari Dataran Tinggi Gayo, tepatnya di Desa Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime. Wilayah tersebut kini termasuk dalam Kabupaten Bener Meriah. Radio ini disiarkan oleh pasukan Divisi X/Aceh yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Husein Jusuf.

Siaran Rimba Raya disiarkan ke seluruh dunia mulai 23 Agustus hingga 2 November 1949, yang kemudian menjadi dasar penyelenggaraan Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda. Radio tetap beroperasi sejak dimulainya Agresi Militer Belanda hingga berakhirnya Konferensi Meja Bundar dan penarikan pasukan penduduk Belanda dari Indonesia.

Melalui Radio Rimba Raya, pesan-pesan perjuangan disampaikan untuk menjaga kemerdekaan Republik Indonesia. Karena selain kota-kota utama, Radio Republik Indonesia juga telah direbut oleh Belanda. ***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri Keuangan Purbaya redenominasi rupiah Purbaya Perpanjang Insentif Pajak

    Menteri Keuangan Purbaya Bongkar Kasus Bendahara Pemerintah Gelapkan Setoran Pajak

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 157
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM- Departemen Keuangan mengungkapkan temuan penting terkait kepatuhan pajak bendahara pemerintah. Masalah ini muncul melalui saluran pengaduan “Lapor Pak Purbaya”, dan sekarang berkembang menjadi kasus pidana yang sedang ditangani oleh aparat penegak hukum. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, laporan dari masyarakat menunjukkan adanya tindakan pemotongan pajak oleh beberapa bendahara pemerintah yang tidak diserahkan ke kas […]

  • Panglima TNI Keluarkan Telegram Siaga Tingkat 1 untuk Menghadapi Perkembangan di Timur Tengah

    Panglima TNI Keluarkan Telegram Siaga Tingkat 1 untuk Menghadapi Perkembangan di Timur Tengah

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 26
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto telah mengeluarkan telegram siaga tingkat 1 bagi seluruh jajaran TNI terkait konflik yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah. Telegram ini bertujuan untuk memastikan bahwa TNI siap menghadapi berbagai ancaman yang mungkin muncul akibat situasi tersebut. Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 telah ditandatangani oleh Asisten Operasi Panglima TNI […]

  • Bank Mandiri-Kemenhan

    Percepat Pemulihan Bencana, Sinergi Bank Mandiri-Kemenhan membangun lima jembatan bailey di Sumatera

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 79
    • 0Komentar

    DIAGRMKOTA.COM – Pembangunan infrastruktur jembatan menjadi salah satu langkah penting dalam mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak bencana. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bersinergi dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia untuk membangun lima jembatan bertipe bailey di sejumlah daerah di Sumatera. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan nyata perseroan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mempercepat penanganan dampak bencana, […]

  • Libur Nasional Januari 2026: Pemahaman tentang Peringatan Isra Mikraj

    Libur Nasional Januari 2026: Pemahaman tentang Peringatan Isra Mikraj

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 80
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Libur nasional di Indonesia tidak hanya terkait dengan hari besar keagamaan, tetapi juga menjadi momen penting untuk memperkuat rasa persatuan dan kesadaran akan nilai-nilai spiritual. Tahun ini, tanggal 16 Januari 2026 menjadi hari libur nasional yang diperingati sebagai peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Perayaan ini memiliki makna mendalam dalam sejarah Islam dan menjadi […]

  • Dicekal Kejagung, Ketum PWDPI Minta Purwanti Lee Segera Ditetapkan Tersangka

    Dicekal Kejagung, Ketum PWDPI Minta Purwanti Lee Segera Ditetapkan Tersangka

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 176
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Ketua Umum (Ketum), Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia ( PWDPI), M.Nurullah RS minta Kejagung segera tetapkan tersangka dan dan tahan bos PT. Sugar Group Companies (SGC), Purwanti Lee Cauhoul dan Gunawan Yusuf. Hal ini disampaikan Ketum DPP PWDPI, M.Nurullah RS setelah mendapat kabar Purwanti Lee Cauhoul dan Gunawan Yusuf […]

  • Sat Binmas Polresta Sidoarjo Motivasi Bhabinkamtibmas dalam Pengelolaan Lahan Ketahanan Pangan

    Sat Binmas Polresta Sidoarjo Motivasi Bhabinkamtibmas dalam Pengelolaan Lahan Ketahanan Pangan

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Adis
    • visibility 199
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Sat Binmas Polresta Sidoarjo memberikan edukasi ke Bhabinkamtibmas di wilayah Kabupaten Sidoarjo, terkait implementasi program ketahanan pangan dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Dilakukan melalui peninjauan langsung ke lahan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) dan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang ada di Mako Polresta Sidoarjo, Selasa (3/6/2025). Hadir dalam kegiatan ini Kasat Binmas […]

expand_less