Awas! Peringatan dari OJK: Risiko Gagal Bayar Pinjol Tidak Boleh Dianggap Ringan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan peringatan keras terhadap pengguna layanan pinjam uang online (pinjol). Mereka menekankan bahwa gagal bayar atau galbay dapat menyebabkan konsekuensi yang sangat berat, baik secara finansial maupun hukum. Kebijakan baru mulai berlaku pada 31 Juli 2025, di mana penyelenggara pinjol wajib menjadi pelapor dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Persyaratan Penyaluran Kredit yang Lebih Ketat
Salah satu langkah utama yang diambil oleh OJK adalah memperketat syarat penyaluran kredit. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya peminjam yang sengaja tidak melunasi utang. Dalam pernyataannya, Plt. Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi, mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan layanan pinjol.
“OJK mengimbau kepada masyarakat agar lebih bijak dalam memanfaatkan fasilitas pendanaan dari penyelenggara pindar, termasuk agar tidak melakukan langkah-langkah untuk sengaja tidak membayar utang terhadap penyelenggara pindar.”
Dampak Negatif dari Gagal Bayar
Gagal bayar pinjol bisa menyebabkan berbagai masalah serius. Salah satunya adalah bunga yang terus meningkat, sehingga utang semakin besar. Selain itu, skor kredit yang buruk juga akan memengaruhi kemampuan seseorang untuk mendapatkan kredit lainnya, seperti pembelian kendaraan bermotor atau rumah.
“Jadi jangan anggap enteng bahwa sekedar melepaskan tanggung jawab, menghindari bayar ke fintech lending (pindar) kemudian hidup tenang,” ujar Indriyatno Banyumurti, Ketua ICT Watch.
Masalah Psikologis dan Ancaman Hukum
Selain dampak finansial, galbay juga bisa berdampak psikologis. Rasa cemas dan stres akibat utang yang menumpuk bisa memengaruhi kualitas hidup seseorang. Bahkan, ada ancaman hukum bagi mereka yang sengaja menghindari pembayaran.
“Kalau memang berniat gagal bayar, sampai diniatkan seperti itu, ini ada risiko hukumnya lho,” tambah Indriyatno dalam podcast FintechVerse 360kredi.
Pentingnya Edukasi Finansial
Edukasi finansial menjadi kunci untuk mengurangi risiko galbay. Banyak orang masih kurang memahami persyaratan pinjaman dan manajemen keuangan yang baik. Oleh karena itu, penting untuk memberikan informasi yang tepat dan benar kepada masyarakat.
“Credit scoring harus kita jaga, karena dampaknya sangat luas. Nanti tak bisa dapat kerja, susah cari kerja, cari jodoh juga susah kalau nilai jelek,” kata Wahyu Trenggono, Direktur Komersial IdScore.
Tantangan Teknologi dalam Industri Keuangan
Adaptasi teknologi dalam industri keuangan telah membuat proses peminjaman semakin mudah. Namun, hal ini juga meningkatkan risiko gagal bayar, terutama ketika kondisi ekonomi sedang tidak stabil. Pengguna layanan pinjol perlu lebih waspada dan memastikan bahwa mereka mampu membayar utang yang dipinjam.
Langkah yang Harus Dilakukan
Untuk menghindari risiko galbay, masyarakat disarankan untuk:
– Memahami syarat dan ketentuan pinjaman
– Mengelola keuangan dengan baik
– Menjaga skor kredit yang baik
– Menghindari pinjaman yang terlalu mudah diakses tanpa pertimbangan matang ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar