Kekerasan Remaja di Surabaya Memicu Keprihatinan Serius dari Anggota DPRD
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kasus kematian Thomas Julius Kristianto (19), seorang pelajar SMAN 11 Surabaya, akibat dugaan penganiayaan yang dilakukan rekan sebayanya, memicu perhatian serius dari anggota DPRD Surabaya. Josiah Michael, anggota Komisi C DPRD Surabaya, menyampaikan kekhawatiran mendalam terhadap insiden kekerasan remaja ini, yang menurutnya melampaui batas kenakalan remaja biasa.
Peristiwa yang Menimbulkan Kekhawatiran
Menurut informasi yang diperoleh dari keluarga dan pihak terkait, insiden bermula dari perselisihan sepele terkait sandal milik salah satu pelaku. Persoalan tersebut berkembang menjadi konflik yang berujung pada tindakan kekerasan fatal. Korban sempat diajak bertemu di sebuah warung sebelum dibawa ke area pemakaman untuk menyelesaikan masalah secara satu lawan satu. Namun situasi berubah ketika korban mulai kelelahan.
Dua orang diduga ikut melakukan pengeroyokan dengan memukul dan membenturkan kepala korban ke tembok. Bahkan, korban disebut sempat dibanting hingga tubuhnya menghantam batu. Hasil visum menunjukkan adanya pendarahan di otak, yang kemudian menyebabkan korban tidak bisa diselamatkan.
Tuntutan Transparansi dan Penegakan Hukum
Josiah menyerukan agar aparat penegak hukum mengusut kasus ini secara tuntas. Ia menilai tindakan kekerasan yang dilakukan para pelaku menunjukkan tingkat brutalitas yang sangat mengkhawatirkan. “Kalau kita bilang ini kenakalan remaja, kok sudah agak kebangetan,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses hukum. Dengan demikian, masyarakat dapat mempercayai bahwa keadilan akan ditegakkan. Ia berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi.
Perhatian Khusus pada Keluarga Korban
Thomas diketahui merupakan anak yatim dan berasal dari keluarga sederhana. Sejumlah advokat telah menyatakan kesediaannya untuk mendampingi keluarga korban dalam upaya mencari keadilan. Josiah menilai bahwa ini adalah bentuk dukungan yang sangat penting bagi keluarga yang sedang berduka.
Refleksi untuk Dunia Pendidikan
Insiden ini juga menjadi refleksi bagi dunia pendidikan. Karena seluruh pihak yang terlibat berasal dari lingkungan sekolah yang sama, Josiah meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur memberikan perhatian serius terhadap pembinaan karakter siswa.
“Kalau memang ada kesalahan, itu harus diperbaiki, bukan ditutupi. Sekolah adalah lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi tempat membentuk karakter,” tegasnya.
Pesan Penting untuk Remaja
Kasus Thomas menjadi pengingat bahwa persoalan kecil yang tidak diselesaikan dengan bijak dapat berujung pada tragedi besar. Di balik duka sebuah keluarga, tersimpan pelajaran penting bagi para remaja bahwa kekerasan tidak pernah menjadi jalan keluar. Emosi yang mengambil alih akal sehat tidak hanya mengorbankan nyawa, tetapi juga masa depan para pelaku yang ikut hancur.***

>

Saat ini belum ada komentar