Azhar Kahfi Dorong Pelatihan First Aid di Kampung, Siapkan Warga Surabaya Lebih Tanggap Darurat
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sekretaris Fraksi Partai Gerinda DPRD Surabaya, Azhar Kahfi (ak)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Aspirasi Warga Bubutan Jadi Sorotan Saat Reses DPRD Surabaya
DIAGRAMKOTA.COM — Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Azhar Kahfi, menekankan pentingnya penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi darurat melalui pelatihan pertolongan pertama atau First Aid di tingkat kampung.
Dorongan tersebut disampaikan Azhar Kahfi setelah menyerap berbagai aspirasi warga saat agenda reses di wilayah Kecamatan Bubutan, Surabaya. Menurutnya, kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat harus menjadi perhatian serius pemerintah kota.
“Usulan warga ini sangat baik karena kesiapsiagaan tidak bisa hanya mengandalkan petugas atau tenaga medis. Lingkungan RT/RW juga harus punya kemampuan dasar pertolongan pertama,” ujar Kahfi via gawainya, Senin (26/5/2026).
Warga Dinilai Harus Siap Sebelum Bantuan Medis Datang
Sekretaris Fraksi Partai Gerinda DPRD Surabaya itu menilai kemampuan dasar First Aid sangat penting dimiliki masyarakat, terutama untuk penanganan awal saat terjadi kecelakaan, kondisi medis mendadak, kebakaran, hingga bencana lingkungan.
Menurutnya, penanganan pertama dalam beberapa menit awal sangat menentukan keselamatan korban sebelum bantuan medis profesional tiba di lokasi.
“Kadang situasi darurat membutuhkan respons cepat. Kalau warga punya kemampuan dasar pertolongan pertama, minimal bisa membantu menstabilkan kondisi korban sambil menunggu tenaga medis datang,” katanya.
Kahfi menambahkan, pelatihan semacam itu juga dapat meningkatkan rasa kepedulian sosial dan solidaritas antarwarga di lingkungan kampung.
Dorong Pelatihan First Aid Terintegrasi Program Kampung Pancasila
Lebih lanjut, Kahfi mengusulkan agar program pelatihan First Aid diintegrasikan dengan program Kampung Pancasila yang selama ini sudah berjalan di berbagai wilayah Surabaya.
Menurutnya, semangat gotong royong yang menjadi nilai utama Kampung Pancasila sangat relevan dengan penguatan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi situasi darurat.
“Kalau ini bisa diintegrasikan dengan Kampung Pancasila, saya rasa akan sangat bagus. Karena di situ ada semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian antarwarga,” jelas politisi Gerindra tersebut.

Ia menilai konsep kampung tangguh berbasis masyarakat akan lebih efektif apabila warga dibekali keterampilan nyata dalam menghadapi kondisi darurat sehari-hari.
Usulkan Pelatihan Berkala Hingga Tingkat RT/RW
Kahfi juga mendorong agar pelatihan tanggap darurat dilakukan secara berkala dan menyentuh langsung lingkungan RT/RW. Ia berharap pemerintah kota dapat menggandeng tenaga kesehatan, BPBD, PMI, maupun relawan kebencanaan dalam pelaksanaannya.
“Harapannya bukan hanya seremonial, tapi benar-benar ada pelatihan rutin supaya warga terbiasa menghadapi kondisi darurat,” ungkapnya.
Menurutnya, langkah preventif seperti ini jauh lebih efektif dibanding hanya melakukan penanganan setelah kejadian berlangsung.
DPRD Surabaya Nilai Kampung Tangguh Harus Dibangun dari Warga
Azhar Kahfi menegaskan bahwa ketahanan lingkungan tidak hanya berbicara soal infrastruktur, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia di tingkat kampung.
Ia berharap Pemerintah Kota Surabaya dapat menjadikan pelatihan First Aid sebagai salah satu program penguatan masyarakat berbasis kewilayahan.
“Ketangguhan kampung itu bukan cuma soal fasilitas, tapi juga kesiapan manusianya. Kalau warga siap dan paham langkah darurat, lingkungan akan jauh lebih aman dan responsif,” tegasnya.
Warga Sambut Positif Usulan Pelatihan Pertolongan Pertama
Usulan tersebut mendapat respons positif dari warga Bubutan. Sejumlah warga menilai pelatihan pertolongan pertama sangat dibutuhkan karena situasi darurat bisa terjadi kapan saja di lingkungan permukiman.
Warga berharap program tersebut benar-benar direalisasikan agar masyarakat memiliki kemampuan dasar penanganan awal sebelum petugas medis tiba di lokasi kejadian.***

>
>
