Pemkot Surabaya Tindak Lanjuti Dugaan Keracunan Siswa MBG dengan Pemeriksaan Laboratorium
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengambil langkah tegas terkait dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa di kawasan Tembok Dukuh. Ia memastikan bahwa proses pengecekan terhadap Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dilakukan secara menyeluruh sebelum dibagikan kepada siswa.
Proses Penyelidikan Dilakukan Secara Mendalam
Eri menjelaskan bahwa setiap menu MBG telah melalui pemeriksaan terkait aroma dan rasa. Menurutnya, tidak ada indikasi adanya makanan basi atau bahan yang tidak layak konsumsi. Namun, kejadian tersebut tetap menjadi perhatian serius karena terjadi setelah dua jam dari pembagian makanan.
“Tidak ada yang menjurus ke basi atau lainnya. Tapi setelah dua jam, terjadi kejadian ini,” ujar Eri dalam keterangannya.
Hasil Laboratorium Masih Ditunggu
Meski hasil pengecekan awal menunjukkan bahwa MBG layak dikonsumsi, Pemkot Surabaya masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan apakah ada komponen berbahaya yang tidak terdeteksi sebelumnya.
“Karena itu masih dilabkan, hasilnya seperti apa masih kita tunggu ya,” tambah Eri.
Dinkes Surabaya Lakukan Pemantauan Kesehatan Siswa
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Billy Daniel Messakh, juga membenarkan bahwa pihaknya sedang menunggu hasil laboratorium sampel MBG.
Akibat kejadian ini, dua siswa mengalami gejala muntah dan diare sehingga harus dirawat inap di RS Ibu dan Anak (RSIA) IBI Surabaya. Total jumlah siswa yang dirawat meningkat menjadi lima orang setelah dua kasus baru dilaporkan.
“Sebelumnya tiga, pada Senin (11/5/2026) sore. Pagi tadi nambah dua siswa. Jadi total ada lima anak yang dirawat,” jelas Billy.
Pemantauan Kesehatan Dilakukan Secara Berkala
Billy menegaskan bahwa Dinkes Surabaya terus melakukan pemantauan terkait kondisi kesehatan kelima siswa tersebut. Skrining kesehatan juga telah dilakukan oleh tim dokter dari puskesmas pada Senin lalu.
Langkah Pencegahan dan Evaluasi
Selain menunggu hasil laboratorium, Pemkot Surabaya juga akan melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi MBG. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa semua makanan yang diberikan kepada siswa aman dan sesuai standar kesehatan.
Peran Masyarakat dan Sekolah
Eri menekankan pentingnya peran sekolah dan masyarakat dalam memantau kondisi kesehatan siswa. Ia berharap agar tidak ada lagi kejadian serupa di masa depan.***

>
>

Saat ini belum ada komentar