Siswa di Surabaya Diduga Keracunan MBG, Dinas Pendidikan Pastikan SOP Sudah Dilakukan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kasus dugaan keracunan MBG yang menimpa ratusan siswa di Surabaya kembali menjadi perhatian publik. Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, memberikan penjelasan terkait prosedur yang telah dilakukan oleh sekolah sebelum pembagian MBG.
Pemeriksaan Awal Dilakukan Sesuai SOP
Dalam keterangannya, Febrina menyatakan bahwa guru-guru telah menjalankan standar operasional prosedur (SOP) dalam memeriksa makanan sebelum dibagikan kepada siswa. “Teman-teman guru telah menjalankan SOP pengecekan terhadap MBG yang akan dibagikan dan tidak terjadi apa-apa, mungkin di bumbu atau yang lain perlu pendalaman,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa pihak sekolah selalu memastikan keamanan makanan sebelum disajikan. Namun, ia juga mengakui bahwa penyebab pasti dari kasus ini masih perlu didalami lebih lanjut.
Koordinasi Antarsiswa dan Sekolah Berjalan Cepat
Febrina menambahkan bahwa setelah adanya laporan dugaan keracunan, guru-guru langsung melakukan koordinasi antar kelas maupun antar sekolah. “Temen-temen guru tadi gerak cepat berkoordinasi dengan guru kelas lain dan sekolah lain,” ujarnya.
Menurut data terbaru, sekitar 12 sekolah di Surabaya terindikasi terkena dampak dari kasus ini. Angka tersebut mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Laporan dari Puskesmas Tembok Dukuh
Sebelumnya, Puskesmas Tembok Dukuh melaporkan bahwa sekitar 200 siswa dari 12 sekolah mengalami gejala seperti mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi makanan MBG. Sebagian dari mereka sempat dirujuk ke rumah sakit, namun mayoritas dalam kondisi ringan.
Kepala Puskesmas Tembok Dukuh, drg Tyas Pranadani, menjelaskan bahwa laporan awal diterima sekitar pukul 09.00 WIB pagi. Ia juga menyatakan bahwa sampel makanan telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Proses Penyelidikan Masih Berlangsung
Meski SOP sudah dilakukan, masyarakat tetap mempertanyakan alasan adanya dugaan keracunan. Para ahli dan pihak terkait sepakat bahwa investigasi perlu dilakukan secara transparan dan mendalam agar bisa diambil langkah-langkah preventif di masa depan.***

>
>

Saat ini belum ada komentar