BPBD Surabaya Evakuasi Ular Sanca Kembang: Proses dan Tantangan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Sebuah peristiwa yang menarik perhatian masyarakat terjadi di kawasan Ketintang, Surabaya, pada dini hari Sabtu (11/4/2026). Seekor ular sanca kembang dengan panjang sekitar tiga meter ditemukan oleh warga setempat. Kejadian ini mengundang respons cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya.
Penemuan Ular Sanca Kembang di Lingkungan Perumahan
Ular tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama ZS, yang kemudian melaporkannya ke Command Center 112. Laporan tersebut segera ditindaklanjuti oleh BPBD Surabaya. Petugas BPBD tiba di lokasi sekitar pukul 01.41 WIB dan langsung melakukan evakuasi.
Petugas menemukan ular berada di belakang pohon, sehingga membutuhkan pendekatan yang hati-hati untuk memastikan keselamatan seluruh pihak. Setelah proses evakuasi selesai, ular tersebut dibawa ke Mako Jemursari dan akan dikirim ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk penanganan lebih lanjut.
Respons Cepat dan Proses Evakuasi
Proses evakuasi ular ini menunjukkan komitmen BPBD Surabaya dalam menjaga keselamatan warga. Dalam situasi seperti ini, penting untuk memiliki tim yang siap dan terlatih. Tim BPBD yang terdiri dari tiga petugas bekerja sama dengan tenaga ahli untuk memastikan ular dapat dievakuasi tanpa gangguan.
Ketua BPBD Surabaya menyampaikan bahwa mereka terus meningkatkan kapasitas dan kesiapan dalam menghadapi berbagai jenis bencana, termasuk kejadian seperti ini. “Kami selalu bersiap untuk merespons situasi darurat, baik itu bencana alam maupun ancaman dari hewan liar,” ujar dia.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat
Kejadian ini juga menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan menghindari tindakan yang bisa membahayakan satwa liar. Di tengah perkembangan kota yang pesat, penting bagi warga untuk memahami bahwa keberadaan hewan liar tidak selalu merupakan ancaman, tetapi juga bagian dari ekosistem.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak mengganggu hewan-hewan yang ditemukan di lingkungan sekitar. “Jika menemukan hewan yang tidak biasa, segera laporkan ke instansi terkait,” tambah perwakilan BPBD.
Rekam Jejak Evakuasi Ular di Surabaya
Surabaya bukanlah tempat asing bagi kejadian serupa. Dalam beberapa bulan terakhir, BPBD telah mencatat adanya banyak kasus evakuasi ular di berbagai wilayah. Misalnya, dalam tiga bulan terakhir, sebanyak 177 ular berhasil dievakuasi. Selain itu, dalam sebulan terakhir, tercatat 14 ular ditemukan di kawasan Timur Surabaya.
Perlu dicatat bahwa keberadaan ular di daerah perkotaan sering kali disebabkan oleh perubahan lingkungan dan pengurangan habitat alami. Oleh karena itu, penting untuk melakukan upaya konservasi dan perlindungan lingkungan agar ekosistem tetap seimbang.
Evakuasi ular sanca kembang di Ketintang adalah contoh nyata dari kerja sama antara warga dan instansi terkait dalam menjaga keselamatan dan keseimbangan lingkungan. Proses yang dilakukan oleh BPBD Surabaya menunjukkan profesionalisme dan tanggung jawab dalam menghadapi situasi darurat. Dengan kesadaran masyarakat yang meningkat dan tindakan preventif yang tepat, keberadaan hewan liar di kota-kota besar dapat dikelola dengan lebih baik.***
- Penulis: Diagram Kota

>
>
Saat ini belum ada komentar