Jawa Timur Siaga Hadapi Dampak Konflik Global
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 13 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) mengambil langkah proaktif untuk menghadapi potensi dampak konflik antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel terhadap perekonomian daerah. Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak mengumpulkan seluruh kepala daerah se-Jatim dalam sebuah pertemuan khusus di Gedung Negara Grahadi, Rabu (25/3/2026). Tujuan utamanya adalah membahas strategi antisipasi terhadap tekanan ekonomi yang mungkin timbul dari situasi global saat ini.
Emil Elestianto Dardak menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan inisiatif langsung dari Gubernur Khofifah. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan momen berkumpulnya para kepala daerah sebagai ajang konsolidasi dan persiapan menghadapi tantangan ekonomi global. “Ini inisiatif Ibu Gubernur agar momen berkumpulnya kepala daerah juga dimanfaatkan secara produktif untuk mengantisipasi kondisi global,” ujarnya.
Kondisi Ekonomi Jatim yang Relatif Tahan
Dalam pertemuan tersebut, Pemprov Jatim mengundang narasumber dari berbagai sumber seperti pemerintah pusat, Bank Indonesia, hingga akademisi. Mereka memberikan simulasi dampak ekonomi dari konflik di kawasan Timur Tengah. Hasilnya menunjukkan bahwa Jawa Timur relatif lebih tahan dibandingkan daerah lain, meskipun tetap rentan karena kontribusi ekspor yang cukup besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
“Simulasi menunjukkan dampaknya di Jawa Timur tidak seberat daerah lain. Tapi jangan terlena, karena perlambatan perdagangan global tetap akan berpengaruh,” tegas Emil. Ia menambahkan bahwa struktur ekonomi Jatim yang kuat di sektor domestik menjadi salah satu faktor penahan. Namun, kontribusi ekspor yang mendekati 20 persen tetap membuat Jatim rentan terhadap gejolak global.
Langkah Pemprov Jatim untuk Mengendalikan Inflasi
Untuk menghadapi potensi kenaikan harga bahan baku dan inflasi, Pemprov Jatim memperkuat peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di masing-masing kabupaten/kota. TPID diminta untuk bergerak cepat dalam mendeteksi gejolak harga dan memberikan respons yang tepat.
Selain itu, pemerintah juga memantau isu kelangkaan LPG yang mulai beredar di masyarakat. Berdasarkan koordinasi dengan Hiswana Migas, Emil memastikan pasokan LPG masih dalam kondisi aman. “Secara kuantitas tidak ada pengurangan stok. Tapi ini tetap kita cek di lapangan, termasuk distribusinya,” jelasnya.
Peran Masyarakat dalam Menjaga Stabilitas Pasokan
Emil juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Ia menekankan bahwa stabilitas pasokan sangat bergantung pada pola konsumsi masyarakat. “Kita harus mencegah adanya pihak yang memanfaatkan isu kenaikan harga atau kelangkaan,” katanya.
Di sisi lain, Emil mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang berhasil menahan kenaikan harga BBM serta kebijakan efisiensi seperti sistem kerja fleksibel untuk menekan konsumsi energi. Meski tekanan global diperkirakan akan meningkatkan inflasi dan menekan pertumbuhan ekonomi, Emil optimistis Jatim tetap mampu bertahan. “Jawa Timur punya ekonomi domestik yang kuat. Ini bukan berarti kita bebas dari dampak, tapi jangan pesimis. Yang penting kita antisipatif dan menjaga inflasi tetap terkendali,” pungkasnya.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar