Distribusi Pangan Terganggu, Infrastruktur Kepulauan Sumenep Butuh Perhatian Serius
- account_circle Teguh Priyono
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM– Pemerintah diminta segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki infrastruktur di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep yang dinilai menghambat distribusi pangan masyarakat.
Ketua DPD PWRI Jawa Timur, Ridwan, menegaskan bahwa kondisi jalan yang rusak dan minimnya konektivitas transportasi menjadi kendala utama dalam penyaluran bahan pangan ke pulau-pulau seperti Raas, Sepudi, Kangean, Sapeken, dan Masalembu.
“Distribusi pangan terganggu akibat infrastruktur yang tidak memadai. Saat musim hujan, banyak jalan berubah menjadi kubangan sehingga akses semakin sulit,” ujar Ridwan, Selasa (17/03/2026).
Ia menyebut, ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan bahan makanan, tetapi juga ditentukan oleh kemudahan akses, pemanfaatan, serta kestabilan pasokan.
Namun, keempat aspek tersebut belum terpenuhi secara optimal di wilayah kepulauan.
Ridwan mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Timur, anggota DPRD Provinsi dari daerah pemilihan Madura,
serta anggota DPR RI untuk turun langsung ke lapangan dan memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kami meminta para wakil rakyat benar-benar memperjuangkan kepentingan masyarakat kepulauan, bukan sekadar menjalankan program formalitas,” tegasnya.
Ia juga mempertanyakan efektivitas program pokok pikiran (pokir) dan hasil reses yang dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap perbaikan infrastruktur.
Lebih lanjut, Ridwan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi turut mengawasi kinerja para legislator jika terdapat indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan program pembangunan.
Menurutnya, pembangunan konektivitas harus menjadi prioritas utama, baik melalui perbaikan infrastruktur transportasi maupun penguatan akses digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat kepulauan.
“Kepulauan memiliki nilai strategis dan harus menjadi bagian penting dalam pemerataan pembangunan. Wilayah seperti Raas, Sepudi, Kangean, Sapeken, dan Masalembu tidak boleh terus tertinggal,” ujarnya.
Ridwan juga mengajak masyarakat untuk aktif mengawasi kinerja wakil rakyat serta berperan dalam mendorong transparansi pembangunan.
Dengan perhatian serius dari pemerintah dan pengawasan publik yang kuat, diharapkan perbaikan infrastruktur di kepulauan Sumenep dapat segera terealisasi sehingga distribusi pangan kembali lancar dan kesejahteraan masyarakat meningkat.(Dk/nins)
- Penulis: Teguh Priyono

>
>
>
