Harga Emas Antam Kembali Turun, Tanda Pasar yang Tidak Stabil
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 11 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Harga emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. kembali mengalami penurunan pada perdagangan hari ini, Selasa (17/3/2026). Hal ini menunjukkan bahwa pasar logam mulia masih dalam kondisi yang tidak stabil dan rentan terhadap fluktuasi.
Pergerakan Harga Emas di Pasar Lokal
Menurut data yang dirilis oleh situs resmi PT Antam, logammulia.com, pada pukul 09.00 WIB, harga emas satuan 1 gram di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung Jakarta dibanderol sebesar Rp2.988.000 per batang. Angka ini lebih rendah Rp4.000 dibandingkan dengan harga sebelumnya.
Penurunan ini menjadi yang kedua kalinya dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, harga emas Antam Logam Mulia turun sebesar Rp5.000 menjadi Rp2.992.000 per gram pada perdagangan Senin kemarin. Dengan demikian, tren penurunan ini semakin memperkuat indikasi bahwa permintaan terhadap logam mulia sedang melemah.
Selain itu, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga mengalami penurunan. Hari ini, harga buyback berada di level Rp2.740.000 per gram, turun Rp4.000 dari perdagangan sebelumnya.
Kaitan dengan Harga Emas Global
Pergerakan harga emas Antam sejalan dengan pergerakan harga emas global. Berdasarkan data dari Refinitiv, harga emas ditutup di posisi US$ 5005,25 pada perdagangan Senin (16/3/2026), turun sebesar 0,27%. Pelemahan ini memperpanjang tren penurunan yang telah terjadi selama empat hari berturut-turut, dengan total penurunan sebesar 3,6%.
Pada hari ini, Selasa (17/3/2026) pukul 06.51 WIB, harga emas diperdagangkan di US$ 5013,2 per troy ons, naik sebesar 0,16% dibandingkan hari sebelumnya. Meskipun ada sedikit penguatan, pergerakan ini tidak cukup untuk mengembalikan kepercayaan investor terhadap logam mulia.
Faktor Penyebab Penurunan Harga Emas
Beberapa faktor dapat memengaruhi pergerakan harga emas saat ini. Salah satu yang utama adalah sentimen pasar terhadap kebijakan moneter dan inflasi. Jika bank sentral melakukan pengurangan suku bunga, maka permintaan terhadap aset aman seperti emas biasanya akan menurun.
Selain itu, ketidakpastian ekonomi global juga berdampak pada harga emas. Ketika pasar finansial stabil, investor cenderung beralih ke aset berisiko tinggi seperti saham, sehingga mengurangi permintaan terhadap emas sebagai alat investasi yang aman.
Apa yang Harus Dilakukan Investor?
Dalam situasi seperti ini, para investor perlu lebih waspada dan memantau perkembangan pasar secara berkala. Penurunan harga emas bisa menjadi peluang untuk membeli logam mulia dengan harga yang lebih murah, tetapi juga bisa menjadi tanda bahwa pasar sedang dalam fase yang tidak stabil.
Seorang ahli keuangan menyampaikan pandangannya: “Investor harus mempertimbangkan risiko dan potensi keuntungan secara seimbang. Jika mereka yakin bahwa harga emas akan kembali naik, maka membeli saat harga turun bisa menjadi strategi yang baik.”
Harga emas Antam Logam Mulia yang terus turun menunjukkan bahwa pasar logam mulia sedang menghadapi tantangan. Namun, ini juga bisa menjadi kesempatan bagi investor yang ingin membangun portofolio jangka panjang. Penting untuk terus memantau perkembangan pasar dan memahami faktor-faktor yang memengaruhi harga emas.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar