Rudal Sejjil Iran yang Mengguncang Tenggara Timur
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Penggunaan rudal canggih oleh Angkatan Bersenjata Iran dalam serangan balasan terhadap Amerika Serikat (AS) dan Israel menandai perubahan signifikan dalam dinamika konflik regional. Salah satu senjata yang digunakan adalah rudal Sejjil, yang menjadi fokus utama dalam operasi militer terbaru. Ini merupakan pertama kalinya Iran menggunakan rudal tersebut dalam konteks perang aktif.
Pengembangan Rudal Sejjil
Rudal Sejjil dikembangkan sebagai bagian dari program strategis Iran untuk memperkuat kemampuan pertahanannya tanpa bergantung pada teknologi asing. Dibuat dengan bahan bakar padat, rudal ini memiliki keunggulan signifikan dibandingkan model sebelumnya. Bahan bakar padat memungkinkan peluncuran yang lebih cepat dan sulit dideteksi, sehingga meningkatkan efektivitasnya dalam operasi militer.
Sejak uji coba pertama pada November 2008, rudal Sejjil telah mengalami berbagai pengembangan. Versi Sejjil-2 diluncurkan setelah beberapa tahun pengujian lanjutan, sementara laporan belum terkonfirmasi menyebutkan adanya versi Sejjil-3 yang sedang dikembangkan. Dengan jangkauan hingga 4.000 km, versi terbaru ini akan memberikan keuntungan strategis bagi Iran dalam menghadapi ancaman dari negara-negara tetangga.
Fungsi dan Spesifikasi Teknis
Rudal Sejjil dirancang sebagai rudal balistik jarak menengah (MRBM) dengan kemampuan membawa hulu ledak konvensional atau non-konvensional. Dengan panjang sekitar 18 meter dan diameter 1,25 meter, rudal ini memiliki berat peluncuran sekitar 23.600 kilogram. Kemampuannya untuk diluncurkan dari kendaraan mobile meningkatkan fleksibilitas dan kerahasiaan operasi, sehingga memperkuat posisi Iran dalam konflik regional.
Dalam operasi ‘True Promise 4’, rudal Sejjil digunakan untuk menyerang pusat komando dan infrastruktur militer penting di wilayah Israel. Menurut laporan media Iran, Press TV, serangan ini dilakukan sebagai bagian dari gelombang ke-54 operasi pembalasan terhadap target AS dan Israel. Komandan Angkatan Udara IRGC, Brigadir Jenderal Majid Mousavi, juga mengonfirmasi peluncuran rudal Sejjil selama serangan tersebut.
Reaksi Internasional
Serangan yang melibatkan rudal Sejjil memicu reaksi internasional, termasuk dari media lokal Israel yang melaporkan sirene peringatan serangan udara di berbagai wilayah, termasuk Tel Aviv dan Herzliya. Operasi pembalasan ini diberi kode ‘Ya Zahra’ oleh IRGC, menunjukkan tingkat koordinasi dan persiapan yang tinggi.
Selain itu, laporan dari CSIS Missile Defense Project menjelaskan bahwa rudal Sejjil memiliki jangkauan maksimum sekitar 2.000 km, membuatnya mampu mencapai target di wilayah yang lebih luas. Dengan kemampuan ini, Iran dapat memperluas cakupan ancaman terhadap negara-negara tetangga.
Peran Rudal dalam Konflik Regional
Rudal Sejjil tidak hanya menjadi alat serangan, tetapi juga simbol kekuatan Iran dalam konflik regional. Dengan penggunaannya dalam operasi militer terbaru, Iran menunjukkan kemampuan teknologis dan strategis yang semakin matang. Hal ini juga menunjukkan bahwa Iran siap menghadapi ancaman dari negara-negara besar seperti AS dan Israel. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar