Pemanggilan Kapal Perusak Tipe 45 ke Mediterania Timur
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 9 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
dIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Inggris telah mengirimkan kapal perusak Tipe 45 HMS Dragon ke kawasan Mediterania Timur guna memperkuat perlindungan di sekitar pangkalan RAF Akrotiri, Siprus. Keputusan ini diambil setelah Presiden Siprus Nikos Christodoulides berbicara dengan Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer. Dalam percakapan tersebut, pihak Inggris juga memastikan pengiriman dua helikopter Wildcat yang diperlengkapi rudal Martlet untuk menghadapi ancaman drone.
Serangan drone pada Senin (2/3/2026) menyebabkan kerusakan ringan pada landasan pacu RAF Akrotiri. Meskipun sistem anti-drone sudah ditempatkan di lokasi, drone tersebut berhasil menembus pertahanan. Starmer menegaskan komitmen Inggris terhadap keamanan Siprus dan personel militer Inggris yang berbasis di sana.
Spesifikasi dan Fungsi HMS Dragon
HMS Dragon adalah salah satu dari tiga kapal perusak Tipe 45 yang masih beroperasi. Kapal ini akan bertolak dari Portsmouth pada Selasa (3/3/2026) pukul 22:15 waktu setempat. Perjalanan menuju Siprus diperkirakan memakan waktu 5-7 hari dengan kecepatan rata-rata sekitar 30 knot atau 34,5 mil per jam.
Kementerian Pertahanan Inggris menyebut HMS Dragon sebagai platform pertahanan udara yang sangat mumpuni. Kapal ini mampu menembakkan delapan rudal dalam kurun kurang dari sepuluh detik. Menteri Pertahanan John Healey menjelaskan bahwa penambahan kapal ini bertujuan untuk meningkatkan kehadiran defensif Inggris di kawasan Mediterania Timur.
Saat ini, tidak ada kapal perang utama Angkatan Laut Kerajaan Inggris yang ditempatkan di Mediterania maupun Timur Tengah. Satu-satunya unsur yang berada di kawasan itu adalah kapal pemburu ranjau HMS Middleton yang bermarkas di Bahrain.
Serangan Drone Mengakibatkan Kerusakan Ringan

Dilansir dari The Guardian, serangan drone menghantam RAF Akrotiri dan menyebabkan kerusakan ringan pada landasan pacu. Dua drone lainnya yang datang setelahnya berhasil dicegat oleh sistem pertahanan setempat. Beberapa sumber di Siprus menduga drone tersebut diluncurkan dari wilayah Lebanon yang dikuasai Hizbullah, meski belum ada konfirmasi resmi dari MoD.
Foto yang beredar di media sosial menunjukkan antena buatan Rusia terpasang pada drone tersebut, namun belum ada verifikasi resmi. Dalam beberapa operasi defensif, pasukan Inggris beberapa kali berhasil menjatuhkan drone Shahed. Pilot jet tempur F-35 RAF menembakkan rudal ASRAAM untuk merontokkan drone di atas Yordania, sementara pilot Typhoon lain menembak jatuh drone yang bergerak menuju Qatar.
Unit anti-drone Inggris juga berhasil menetralkan drone di wilayah udara Irak. Warga di sekitar RAF Akrotiri diminta berlindung, sedangkan keluarga personel militer Inggris dipindahkan dari pangkalan demi alasan keamanan.
Tanggapan Inggris Terhadap Kritik Konflik dengan Iran

Prancis menyatakan kesiapan untuk mengirim fregat beserta sistem anti-drone ke Siprus. Juru bicara Angkatan Darat Prancis kepada BBC mengatakan pasukan mereka terus menyesuaikan sikap dan penempatan sebagai respons atas ancaman yang berkembang serta mengerahkan aset udara dan maritim bersama mitra regional untuk menjaga stabilitas berdasarkan perjanjian pertahanan yang berlaku.
Pemerintah Siprus juga telah meminta dukungan kepada Jerman, dan permintaan tersebut masih dipertimbangkan. Juru bicara PM Inggris menyebut RAF Akrotiri telah dilengkapi kemampuan defensif signifikan, termasuk radar, sistem pertahanan udara, dan jet tempur F-35.
Dalam sidang Parlemen, Starmer menyatakan serangan drone bukanlah respons atas keputusan Inggris mana pun dan terjadi sebelum Inggris mengizinkan penggunaan terbatas pangkalannya oleh Amerika Serikat (AS). Ia juga menyampaikan bahwa pangkalan di Siprus tidak digunakan dan tak akan digunakan oleh AS karena dinilai tak sesuai untuk tujuan tersebut.
Starmer mempertahankan sikap Inggris yang tidak terlibat dalam serangan awal gabungan AS-Israel terhadap Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei dan sejumlah pejabat senior lain di Teheran. Ia menyebut Presiden AS Donald Trump menyatakan ketidaksetujuan atas keputusan tersebut, namun ia tetap menilai kepentingan nasional Inggris sebagai pertimbangan utama.
Trump kemudian melontarkan kritik dalam konferensi pers, termasuk menyinggung penolakan Inggris mengizinkan penggunaan pangkalan di Diego Garcia untuk melancarkan serangan awal terhadap Iran. Ia menyatakan sedang berhadapan bukan dengan sosok seperti Winston Churchill dan mengungkapkan ketidaksenangannya terhadap Inggris. Konflik dengan Iran telah memasuki hari keempat, dan Trump memperkirakan perang dapat berlangsung 4-5 minggu meski kemampuan Iran beserta kelompok proksinya untuk bertahan dinilai tak akan lama.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar