Kolaborasi Jawa Timur dan Swaniti Initiative Percepat Transisi Energi Hijau
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) mengambil langkah strategis dalam mempercepat transisi energi hijau melalui kerja sama dengan Swaniti Initiative. Pertemuan ini menjadi momen penting dalam upaya mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2060, yang diharapkan dapat dipercepat hingga 2050 jika seluruh pemangku kepentingan bekerja bersama.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut baik kunjungan Swaniti Initiative yang berbasis di New Delhi, India. Ia menilai pertemuan ini merupakan langkah awal yang signifikan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan mitra internasional dalam mendukung transformasi energi dan pembangunan rendah karbon.
“Kami menyambut baik kunjungan Swaniti Initiative. Pertemuan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kolaborasi dan mempercepat target provinsi menuju Net Zero Emission 2060,” ujar Khofifah dalam keterangan resmi di Surabaya, Jumat.
Langkah Konkret untuk Mencapai Target NZE
Khofifah menjelaskan bahwa Pemprov Jatim telah menjalankan beberapa program strategis untuk mendukung percepatan NZE 2050. Di antaranya adalah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Wongsorejo Banyuwangi dengan kapasitas 50 megawatt (MW), pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap bagi pelanggan dan institusi, serta insentif pajak nol persen untuk kendaraan listrik.
Selain itu, berbagai program mitigasi dan adaptasi perubahan iklim juga terus dilakukan, seperti Mangrove Lestari, pengelolaan sampah terpadu, rehabilitasi kawasan pesisir, serta penguatan sektor pertanian. Program-program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap ekonomi hijau dan ketahanan iklim.
“Jika semua elemen bergerak bersama dan melaksanakan langkah nyata, percepatan target Net Zero Emission hingga 2050 dapat diwujudkan,” tambahnya.
Peran Swasta dalam Transformasi Energi
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyambut baik inisiatif Swaniti Initiative yang dinilai dapat memperkuat upaya pengembangan energi terbarukan dan ekonomi hijau di provinsi tersebut. Menurutnya, partisipasi Jawa Timur dalam forum internasional seperti Davos membuka peluang besar bagi pengembangan energi terbarukan.
“Kolaborasi pemerintah daerah, sektor swasta, dan mitra internasional penting untuk memastikan proyek energi terbarukan berjalan terintegrasi serta memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ujar Emil.
Ia menambahkan bahwa jika pemerintah daerah, sektor swasta, dan mitra internasional seperti Swaniti bersinergi, setiap proyek energi terbarukan dapat mendorong pertumbuhan green economy, menciptakan lapangan kerja baru, dan memperkuat ketahanan iklim di Jawa Timur.
Inisiatif Swaniti Initiative dan Rencana Konsorsium
CEO Swaniti Initiative Rwitwika Bhattacharya mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong percepatan transisi energi dan pembangunan rendah karbon. Ia menilai bahwa transisi energi tidak hanya penting bagi lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang luas bagi masyarakat Jawa Timur.
“Kami sangat mengapresiasi kepemimpinan Ibu Gubernur Khofifah dalam mendorong energi terbarukan di Jawa Timur,” katanya.
Ia juga menyoroti rencana pembentukan konsorsium sektor swasta untuk memperkuat implementasi proyek energi terbarukan, meningkatkan efisiensi teknologi, serta memperluas akses pembiayaan. “Kami berencana akan membentuk konsorsium yang melibatkan private sector, khususnya di energi terbarukan. Kolaborasi ini akan memastikan proyek berjalan terintegrasi, berdampak nyata bagi masyarakat, dan mempercepat transisi menuju ekonomi hijau di Jawa Timur,” ujarnya.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar