Perubahan Pola Konsumsi di Kalangan Generasi Z Akibat Kenaikan Harga Bahan Pokok
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Di tengah kenaikan harga bahan pokok yang terus berlangsung, banyak konsumen mulai mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan harian. Salah satu solusi yang diambil oleh sebagian masyarakat adalah beralih ke belanja online melalui platform e-commerce. Hal ini terutama dilakukan oleh Generasi Z di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, yang menemukan bahwa belanja secara digital memberikan manfaat yang signifikan.
Alasan Masyarakat Memilih Belanja Online
Banyak warga setempat mengakui bahwa harga bahan pokok di pasar meningkat tajam, terutama menjelang bulan puasa hingga saat ini. Dengan situasi ini, mereka mencoba mencari opsi yang lebih murah dan efisien. Annisa (29), seorang warga Kelurahan Mlajah, mengatakan bahwa ia tidak lagi membeli bawang putih dan bahan-bahan lain di pasar. Ia lebih memilih membeli dari e-commerce karena harga yang ditawarkan lebih rendah.
“Awalnya saya scroll e-commerce dan tidak sengaja muncul bawang. Saya lihat review-nya bagus, jadi walau pengiriman dua hari bawangnya tidak busuk,” ujarnya. Setelah mencoba, ia mendapati bahwa bawang putih yang dibeli dari e-commerce lebih murah dibandingkan di pasar. Harga bawang putih sekilo hanya Rp 25.000, sedangkan di pasar masih di atas Rp 30.000.
Manfaat dan Tantangan Berbelanja Online
Selain harga yang lebih murah, Annisa juga menyebutkan bahwa belanja online membantu menghemat tenaga. “Saya tidak perlu pergi ke pasar, jadi hemat waktu dan tenaga,” katanya. Namun, ada juga kekurangan dalam metode ini. Pengiriman barang membutuhkan waktu, sehingga tidak cocok untuk kebutuhan mendesak.
Husnul Hotimah (25), warga Kecamatan Klampis, juga melakukan hal serupa. Ia memilih membeli kebutuhan pokok melalui e-commerce, terutama karena adanya banyak diskon yang ditawarkan. “Apalagi jelang Lebaran begini dari e-commerce itu banyak menyediakan diskon. Jadi harga bahan pokok bisa jauh lebih murah lagi jika dipotong diskon,” katanya.
Dari voucher diskon e-commerce, Husnul telah membeli bawang merah, minyak goreng, dan bahan-bahan lain untuk keperluan lebaran. Meskipun voucher tidak bisa digunakan sekaligus, ia tetap merasa lebih hemat dibandingkan membeli di pasar.
Strategi Menghadapi Kenaikan Harga
Kenaikan harga bahan pokok menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat, terutama bagi keluarga dengan anggaran terbatas. Dengan memanfaatkan e-commerce, banyak orang berhasil mengurangi beban ekonomi tanpa harus mengorbankan kualitas produk. Namun, tidak semua kebutuhan bisa dipenuhi melalui platform digital. Untuk kebutuhan mendesak seperti bahan segar, masyarakat masih memilih pasar tradisional.
Meski demikian, tren ini menunjukkan bahwa pola konsumsi masyarakat semakin fleksibel. Dengan adanya teknologi dan akses internet yang semakin luas, e-commerce menjadi pilihan utama bagi banyak orang. Kombinasi antara harga yang kompetitif, diskon yang menarik, dan kemudahan dalam pembelian membuat metode ini semakin diminati.
Masa Depan E-Commerce dalam Pemenuhan Kebutuhan Harian
Dalam beberapa tahun terakhir, e-commerce telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Kenaikan harga bahan pokok mempercepat proses adaptasi masyarakat terhadap metode belanja digital. Selain itu, peningkatan kesadaran akan kenyamanan dan efisiensi juga turut memengaruhi keputusan konsumen.
E-commerce tidak hanya menjadi alternatif belanja, tetapi juga alat untuk mengoptimalkan pengeluaran. Dengan strategi belanja yang tepat, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan tanpa menguras tabungan. Di masa depan, diperkirakan bahwa e-commerce akan semakin dominan dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama di daerah-daerah yang kurang memiliki akses ke pasar modern.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar