Celtic Menghadapi Kekalahan Terbesar dalam Sejarah Eropa
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 51 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kehadiran Celtic di pentas Eropa sering kali menjadi momen yang dinantikan oleh para penggemarnya. Namun, situasi saat ini justru membawa kekhawatiran besar bagi pendukung klub asal Skotlandia tersebut. Mereka kini berada di ambang kekalahan terberat dalam sejarah kompetisi antar negara Eropa.
Pertemuan pertama antara Celtic dan Stuttgart telah mengakhiri harapan untuk melanjutkan perjalanan di Liga Eropa. Di leg pertama, tim asal Jerman berhasil mempermalukan Celtic dengan skor 4-1 di Stadion Parkhead. Dalam pertandingan tersebut, Bilal El Khannouss mencetak dua gol pada babak pertama, sementara Jamie Leweling dan Tiago Tomás menambahkan gol-gol tambahan. Hasil ini membuat Stuttgart melaju ke babak berikutnya setelah meraih kemenangan pertama mereka dalam babak knockout UEFA sejak 2013.
Rekor Kekalahan Terbesar Celtic di Eropa
Celtic memiliki sejarah panjang dalam kompetisi Eropa, dengan total 425 pertandingan yang telah dijalaninya. Namun, rekor kekalahan terbesar mereka adalah saat kalah 5-0 dari Juventus pada 2013. Selain itu, kekalahan 5-1 dari Bodø/Glimt di Conference League juga menjadi momen yang tidak menyenangkan, terutama karena terjadi selama masa pelatihan Ange Postecoglou.
Dalam pertemuan kedua di Stuttgart, Celtic harus menghadapi kemungkinan kekalahan tiga gol atau lebih. Jika hal ini terjadi, maka akan menjadi rekor baru bagi klub tersebut, meskipun dalam konteks yang tidak menguntungkan.
Kemungkinan Kekalahan Berulang
Meskipun Stuttgart memiliki keunggulan tiga gol, mereka mungkin tidak akan bertindak terlalu agresif. Tim asal Bundesliga ini berada di posisi keempat dalam liga domestik dan akan menghadapi Wolfsburg pada akhir pekan. Hal ini memberi harapan kepada Celtic bahwa Stuttgart mungkin akan sedikit bersikap lembut.
Namun, jika Stuttgart tetap mempertahankan gaya permainan agresif mereka, maka Celtic bisa saja mengalami kekalahan yang sama seperti sebelumnya. Pada beberapa kesempatan sebelumnya, Celtic telah kalah dengan selisih tiga gol atau lebih dalam kompetisi UEFA, termasuk kekalahan dari Neuchâtel Xamax, Bayer Leverkusen, dan Sparta Prague.
Catatan Kekalahan di Kompetisi Sekunder
Selain kekalahan di kompetisi utama seperti Liga Champions, Celtic juga pernah kalah dalam kompetisi sekunder dan tersier. Contohnya, kekalahan 5-1 dari Neuchâtel Xamax pada 1991, serta kekalahan 4-0 dari Bayer Leverkusen pada 2021. Kekalahan terbesar dalam kompetisi sekunder terjadi pada 1991, ketika Celtic kalah 5-1 dari Neuchâtel Xamax.
Sejak saat itu, Celtic hanya pernah kalah lima gol satu kali dalam pertandingan Eropa. Saat ini, rekor tersebut mungkin akan terancam jika Stuttgart berhasil mencetak empat gol dalam pertandingan leg kedua.
Harapan dan Kekecewaan
Para penggemar Celtic berharap bahwa pertandingan ini tidak akan menjadi momen pahit yang baru. Namun, dengan performa yang kurang optimal belakangan ini, kekhawatiran akan kekalahan terus meningkat. Mereka berharap bahwa Stuttgart akan sedikit bersikap lembut, sehingga Celtic bisa pulang dengan kekalahan yang tidak terlalu berat.
Bagi Celtic, ini merupakan tantangan besar dalam perjalanan mereka di Liga Eropa. Meski memiliki sejarah panjang di pentas Eropa, kekalahan yang mungkin terjadi kali ini bisa menjadi momen yang sangat sulit untuk dilupakan.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar