Pergerakan Harga Bitcoin dan Dampak pada Pasar Aset Digital Level US$60.000
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 15 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Harga Bitcoin mengalami fluktuasi signifikan dalam beberapa waktu terakhir, dengan penurunan yang mencapai level terendah dalam 16 bulan. Pada Jumat (6/2/2026), harga mata uang kripto terbesar di dunia ini sempat menyentuh level US$60.008,52 sebelum bergerak naik sedikit ke US$64.153,24. Pergerakan ini menjadi indikasi bahwa investor mulai melihat potensi kenaikan setelah sebelumnya melakukan aksi jual besar-besaran.
Menurut Chris Weston, Head of Research dari Pepperstone, pergerakan harga Bitcoin menunjukkan adanya ketidakpastian di pasar. “Bitcoin sudah turun sejak Oktober 2025. Kita bisa bertanya apakah ini pertanda awal masalah besar di pasar, atau sekadar kebetulan,” katanya. Ia juga menambahkan bahwa banyak posisi besar yang sebelumnya sangat padat kini sedang dibongkar dengan sangat cepat.
Perkembangan Ether dan Kapitalisasi Pasar Kripto
Selain Bitcoin, ether juga mengalami penurunan tajam sebelum akhirnya kembali pulih. Harga ether tercatat naik 2,4% ke US$1.891,27, setelah sebelumnya anjlok ke level terendah 10 bulan di US$1.751,94. Data CoinGecko menunjukkan bahwa total kapitalisasi pasar kripto global telah menyusut sekitar US$2 triliun sejak mencapai puncak US$4,379 triliun pada awal Oktober 2025.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa sentimen negatif terhadap aset kripto semakin meningkat. Investor cenderung menjauhi aset berisiko di tengah situasi pasar yang tidak stabil. Selain itu, aksi jual di pasar logam mulia dan saham juga turut memengaruhi volatilitas pasar kripto.
Pengaruh Terhadap Investor dan Dana
Joshua Chu, Co-Chair Hong Kong Web3 Association, mengatakan bahwa penurunan harga Bitcoin bukan berarti aset digital sedang sekarat. “Ini adalah konsekuensi dari investor dan dana yang memperlakukan Bitcoin sebagai aset satu arah tanpa manajemen risiko yang memadai,” katanya. Ia menekankan pentingnya pengelolaan risiko dalam investasi kripto.
Investor yang bertaruh terlalu besar, berutang terlalu banyak, atau menganggap harga hanya akan naik, kini harus menghadapi kenyataan volatilitas pasar dan pentingnya manajemen risiko. Hal ini menunjukkan bahwa para pemain besar di pasar kripto mulai merasa khawatir terhadap stabilitas harga.
Arus Keluar ETF Bitcoin di AS
Tekanan terhadap pasar kripto telah berlangsung selama beberapa bulan, sejak kejatuhan tajam pada Oktober lalu yang menyeret Bitcoin turun dari level puncaknya. Kondisi tersebut membuat sentimen investor terhadap aset digital terus mendingin.
Analis Deutsche Bank dalam catatannya menyebutkan bahwa ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus keluar lebih dari US$3 miliar pada Januari 2026, setelah sebelumnya mengalami arus keluar sekitar US$2 miliar pada Desember dan US$7 miliar pada November. Hal ini menunjukkan bahwa investor mulai memindahkan dana mereka ke aset lain yang lebih stabil.
Tantangan dan Peluang di Pasar Kripto
Meskipun ada tantangan, pasar kripto masih memiliki peluang untuk pulih. Namun, investor perlu lebih waspada dan memperhatikan faktor-faktor eksternal yang dapat memengaruhi harga. Misalnya, kebijakan pemerintah, perkembangan teknologi, dan situasi ekonomi global.***

>

Saat ini belum ada komentar