Prosesi Pemakaman Eyang Meriyati Hoegeng yang Penuh Khidmat
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

(tribratapolri)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Prosesi pemindahan jenazah Eyang Meri, istri dari mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, berlangsung dengan penuh penghormatan dan kesadaran akan arti kehilangan. Jenazah yang sebelumnya disemayamkan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, dipindahkan menuju rumah duka di kawasan Pesona Khayangan, Depok, Jawa Barat. Prosesi ini menjadi bagian penting dari rangkaian prosesi duka yang telah direncanakan oleh keluarga.
Rangkaian Prosesi Pemindahan Jenazah
Pemindahan jenazah dimulai pada pukul 15.26 WIB setelah proses pemulasaraan selesai dilakukan. Jenazah Eyang Meri kemudian dipindahkan ke Rumah Duka A, tempat seluruh tahapan prosesi duka dilakukan. Prosesi tersebut berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat, disaksikan oleh keluarga serta kerabat dekat almarhumah.
Pada pukul 15.34 WIB, jenazah dikeluarkan dari Rumah Duka A untuk dimasukkan ke dalam ambulans. Sejumlah keluarga tampak mengiringi proses tersebut, sementara petugas rumah duka memastikan seluruh tahapan berjalan lancar. Tidak lama kemudian, tepat pukul 15.35 WIB, ambulans yang membawa jenazah Eyang Meri diberangkatkan menuju rumah duka di Pesona Khayangan, Depok, Jawa Barat.
Kepergian yang Menyedihkan bagi Keluarga dan Kerabat
Kepergian Eyang Meri meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan orang-orang terdekat yang mengenal sosoknya. Meski suasana berlangsung tenang dan penuh penghormatan, keluarga terlihat tegar meski duka mendalam menyelimuti kepergian almarhumah. Prosesi ini menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada sosok yang telah memberikan kontribusi besar dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Partisipasi Pejabat dan Tokoh Penting
Turut hadir dalam prosesi pemindahan jenazah Eyang Meri antara lain Komjen Chryshnanda Dwilaksana, Kepala RS Polri Kramat Jati Brigjen Polisi Prima Heru Yulihartono, Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal, Kapolres Bogor Kota Kombes Rio Wahyu Anggoro, serta Kapolsek Kramat Jati AKP Pesta Hasiholan Siahaan. Partisipasi mereka menunjukkan penghargaan atas peran dan kontribusi Eyang Meri dalam masyarakat.
Latar Belakang dan Perjalanan Hidup Eyang Meri
Eyang Meri lahir pada 23 Juni 1925 di Yogyakarta, Hindia Belanda. Meri merupakan anak dari pasangan dr. Mas Soemakno Martokoesoemo dan Jeanne Reyneke van Stuwe. Ia menikah dengan Jenderal Hoegeng pada tahun 1946 dan dikaruniai tiga orang anak yakni Renny Soerjanti Hoegeng, Aditya Soetanto Hoegeng dan Sri Pamujining Rahayu.
Sebelum wafat, Eyang Meri menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Polri, Kramatjati, Jakarta Timur. Mendiang tutup usia pukul 13.24 WIB, Selasa (3/2/2026). Jenazah akan disemayamkan di rumah duka di kawasan Mekarjaya, Depok, Jawa Barat. Pemakaman akan dilakukan di Taman Pemakaman Giri Tama di Desa Tonjong, Kabupaten Bogor, pada Rabu (4/1), setelah dzuhur.
Penghormatan Terhadap Sosok yang Berjasa
Eyang Meri dikenal sebagai sosok yang memiliki peran penting dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam, namun juga menjadi momen untuk merenungkan makna kehidupan dan nilai-nilai yang ditinggalkan. Pemakaman yang dilakukan dengan penuh penghormatan menjadi bukti bahwa sosoknya tetap dihargai oleh banyak pihak.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar