Perjalanan Aryna Sabalenka Menuju Final Australian Open Keempat
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Aryna Sabalenka menunjukkan dominasi yang luar biasa dalam pertandingan semifinal Australian Open 2026. Dengan kemenangan 6-2, 6-3 atas Elina Svitolina, Sabalenka melangkah lebih dekat ke gelar ketiganya dalam empat tahun terakhir di turnamen ini. Kemenangan ini memperkuat rekor tak terkalahkan Sabalenka sejak awal musim, dengan catatan 10 kemenangan beruntun setelah meraih gelar di acara pemanasan.
Pertandingan ini tidak hanya menjadi momen penting bagi Sabalenka, tetapi juga bagi Svitolina. Ini adalah pertama kalinya Svitolina mencapai semifinal Australian Open sejak 2019, dan ia berhasil kembali ke peringkat 10 besar dunia setelah menjalani istirahat untuk kesehatan mental pada akhir 2025. Svitolina mengakui bahwa jeda tersebut memberinya kesempatan untuk meregangkan karier tenisnya.
Tantangan dan Motivasi dalam Pertandingan
Meskipun tampil dominan, Sabalenka menghadapi sedikit hambatan saat pertandingan memasuki babak kedua. Umpire Louise Azemar Engzell memberikan sanksi karena dianggap melakukan grunting yang berlebihan. Hal ini menimbulkan reaksi dari Sabalenka, yang mengatakan bahwa pengadilan tersebut tidak biasa baginya. Meski begitu, Sabalenka menggunakan situasi ini sebagai motivasi untuk meningkatkan agresivitasnya.
“Sebenarnya ini pertama kalinya saya mengalami hal seperti ini… Terutama dengan grunting saya,” kata Sabalenka. “Tapi dia memanggilnya, dan saya seperti ‘Apa yang salah dengannya?'”
Sabalenka kemudian memecah servis Svitolina dalam permainan yang sama dan mengontrol sisa pertandingan dengan baik. Ia mengakui bahwa sanksi tersebut justru membuatnya lebih fokus dan percaya diri.
Kehadiran Elena Rybakina di Final
Di final, Sabalenka akan menghadapi Elena Rybakina, yang sukses mengalahkan Jessica Pegula dalam pertandingan semifinal. Rybakina, yang memenangkan Wimbledon 2022, kembali ke final Australian Open setelah menjadi runner-up pada 2023. Ini merupakan pertemuan ketiga antara Sabalenka dan Rybakina dalam final Grand Slam, dengan Sabalenka memenangkan dua pertemuan sebelumnya.
Kedua pemain ini menunjukkan performa luar biasa sepanjang turnamen. Mereka semua mencapai semifinal tanpa kehilangan satu set pun, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi selama 56 tahun terakhir di Australia.
Reaksi dan Penghargaan
Setelah pertandingan, Sabalenka menyampaikan rasa bangga atas pencapaian yang ia capai. Ia menyebutnya sebagai pencapaian luar biasa, meskipun masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Sabalenka juga mengakui bahwa pertandingan melawan Svitolina sangat sulit, namun ia merasa puas dengan performanya.
Svitolina, di sisi lain, mengungkapkan kekecewaannya atas kekalahan ini. Namun, ia tetap bersyukur atas hasil positif yang diraihnya selama turnamen. Ia mengatakan bahwa waktu istirahat dan pemulihan telah membantunya kembali ke jalur yang benar.
Komentar dari Pemain Lain
Beberapa pemain lain juga memberikan komentar tentang persaingan di Australian Open. Jessica Pegula menyampaikan bahwa para atlet membutuhkan privasi dalam pertandingan, sementara Serena Williams dan Naomi Osaka mengkritik sistem penilaian wasit. Semua ini menunjukkan bahwa Australian Open bukan hanya tentang pertandingan, tetapi juga tentang dinamika antara atlet dan staf ofisial.
Australian Open 2026 telah menjadi ajang yang penuh drama dan prestasi. Kemenangan Sabalenka dalam pertandingan semifinal menandai langkah penting menuju gelar ketiganya. Sementara itu, Svitolina dan Rybakina juga menunjukkan kemampuan luar biasa mereka. Turnamen ini tidak hanya memperlihatkan bakat para atlet, tetapi juga memperkuat kompetisi di tingkat internasional.***

>

Saat ini belum ada komentar