Penanganan Bencana Banjir di Pemalang, Kemensos Berupaya Memenuhi Kebutuhan Dasar Korban
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kementerian Sosial (Kemensos) telah melakukan berbagai langkah untuk memastikan kebutuhan dasar para korban banjir yang terjadi di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, terpenuhi secara maksimal. Hal ini dilakukan melalui pendirian dapur umum dan distribusi bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak.
Koordinasi dengan Berbagai Pihak dalam Penanganan Bencana
Menurut Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar penanganan bencana berjalan efektif. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga bantuan, dan relawan dalam memberikan dukungan kepada korban banjir.
“Kami terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan semua pihak terkait, untuk memastikan penanganan berjalan dengan baik, terutama terkait pemenuhan kebutuhan dasar bagi korban,” ujar Gus Ipul dalam keterangan resmi.
Dampak Banjir yang Menimpa Wilayah Pemalang
Banjir bandang dan tanah longsor terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Pemalang pada Jumat (23/1). Bencana ini menyebabkan sungai-sungai seperti Sungai Gung, Kali Pena Kir, dan Kali Soso meluap, membawa material banjir seperti lumpur, batu, dan kayu dari kawasan hutan Gunung Slamet.
Beberapa desa yang terkena dampak banjir antara lain Gunungsari, Penakir, Jurang Mangu di Kecamatan Pulosari, serta Desa Sima di Kecamatan Moga. Wilayah perkampungan Sawangan di Desa Penakir menjadi titik paling parah, dengan sekitar 10 rumah rusak dan 4 kendaraan roda terbawa air.
Korban Jiwa dan Kerugian Material
Bencana ini juga menewaskan tiga orang dan menyebabkan satu orang hilang. Korban meninggal dunia antara lain Tanto (33) dari Desa Penakir, Aksinudin (41) dan Rutinah (86) dari Desa Bongas. Selain itu, kerugian materiil mencakup 26 unit rumah rusak berat, 24 unit rumah rusak ringan atau sedang, serta 4 kendaraan roda yang terbawa air.
Selain itu, satu unit fasilitas ibadah rusak, dua jembatan penghubung antar dusun di Desa Pulosari terputus, dan jembatan Sungai Reas rusak.
Upaya Penanganan dan Distribusi Bantuan Logistik
Kemensos bersama Dinas Sosial Provinsi, Dinas Sosial Kabupaten, BPBD, TNI, Polri, Tagana, serta relawan lainnya terus melakukan upaya penanganan secara menyeluruh. Termasuk dalam hal ini adalah evakuasi korban terdampak ke lokasi pengungsian, serta evakuasi korban meninggal dunia dan luka ke Rumah Sakit Islam Pemalang.
Penanganan juga dilanjutkan dengan mendirikan dan mengoperasikan dapur umum di Kantor Kecamatan Pulosari. Petugas lapangan terus bekerja untuk melakukan evakuasi, pendataan korban terdampak, serta mendirikan dapur umum.
Bantuan Logistik yang Disalurkan
Untuk memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi, Kemensos mendistribusikan bantuan logistik senilai Rp539.722.400. Bantuan ini terdiri dari makanan siap saji, selimut, kasur, tenda, dan lainnya. Bantuan tersebut dikirim melalui Gudang Induk yang berada di Bekasi.
Berikut rincian bantuan logistik yang telah didistribusikan:
- Makanan Siap Saji : 2.000 paket
- Lauk pauk siap saji : 1.000 paket
- Selimut : 200 lembar
- Kasur : 200 lembar
- Kids wear : 100 paket
- Family Kit : 200 paket
- Tenda gulung : 200 lembar
- Tenda Serbaguna : 1 Unit
- Dapur Umum Lapangan (Dumlap) : 1 Unit
Pemerintah Kabupaten Pemalang telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, mulai dari 24 Januari hingga 6 Februari 2026. Saat ini, kondisi banjir telah mulai surut secara bertahap, dan petugas mulai melaksanakan kegiatan pembersihan material, termasuk puing-pohon yang menutupi permukaan jalan raya.***

>

Saat ini belum ada komentar