DPRD Surabaya: Peran Pemerintah Daerah dalam Mengatasi Masalah Sampah Kerja Bhakti di Wilayah Permukiman
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COMÂ –Â Pengelolaan sampah di kota-kota besar seperti Surabaya menjadi salah satu tantangan utama yang perlu mendapat perhatian serius. Terutama saat warga menggelar kegiatan kerja bakti, penumpukan sampah sering terjadi karena tidak adanya tempat sementara untuk menampung hasil pembersihan lingkungan. Hal ini memicu kekhawatiran terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Penumpukan Sampah Akibat Keterbatasan Ruang
Di tengah perkembangan kota yang pesat, lahan kosong semakin langka. Hal ini membuat sulitnya mencari lokasi yang dapat digunakan sebagai tempat transit sampah. Akibatnya, tumpukan sampah yang dihasilkan dari kegiatan kerja bakti sering kali tidak segera diangkut, sehingga berpotensi menyebabkan pencemaran dan gangguan kesehatan.
Dalam hal ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya diminta untuk lebih proaktif dalam mengatur pengangkutan sampah, terutama pada momen-momen besar seperti kerja bakti massal. Dengan pengaturan yang lebih baik, diharapkan penumpukan sampah bisa diminimalkan.
Sistem Pelaporan yang Lebih Efisien
Meski sistem pelaporan sampah sudah cukup mudah, masih ada kendala dalam pengaturan prioritas pengangkutan. Warga dapat mengajukan permohonan melalui RT/RW atau aplikasi “Wargaku” yang memungkinkan mereka memantau proses penanganan secara real-time. Namun, sering kali laporan tersebut tidak segera ditindaklanjuti karena keterbatasan armada dan tenaga kerja.
Selain itu, kegiatan kerja bakti warga sebenarnya telah tercatat dalam platform Surabaya Bergerak. Di dalam sistem tersebut, lokasi dan jadwal kegiatan sudah tercantum, sehingga DLH seharusnya bisa melakukan antisipasi sejak awal. Namun, faktor keterbatasan sumber daya tetap menjadi hambatan utama.
Meningkatkan Partisipasi Masyarakat
Kerja bakti bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat. Dengan kesadaran lingkungan yang tinggi, warga bisa membantu mempercepat proses pengangkutan sampah setelah kegiatan pembersihan. Selain itu, kebersihan lingkungan juga menjadi tanggung jawab bersama, sehingga perlu adanya kolaborasi antara warga, RT/RW, dan instansi terkait.
Solusi Jangka Panjang
Untuk mengatasi masalah sampah secara berkelanjutan, diperlukan solusi jangka panjang yang melibatkan berbagai pihak. Salah satunya adalah pengembangan sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien dan transparan. Selain itu, pendidikan lingkungan kepada masyarakat juga penting agar mereka lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Dalam hal ini, partisipasi aktif warga sangat dibutuhkan. Dengan kesadaran dan komitmen bersama, diharapkan kebersihan lingkungan di Surabaya bisa tercapai secara optimal.
Peran Komisi C DPRD Surabaya
Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, menyoroti pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengelola sampah. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada DLH, tetapi juga pada kesadaran dan partisipasi warga. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama untuk meningkatkan efisiensi pengangkutan sampah dan meminimalkan dampak negatifnya terhadap lingkungan.***

>

Saat ini belum ada komentar