Stabilitas Harga Kedelai Berdampak Positif pada Produksi Tempe di Surabaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 26 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Harga kedelai di Surabaya, Jawa Timur, terus terpantau stabil menjelang bulan suci Ramadan. Angka ini berada di kisaran Rp 9.000 hingga Rp 9.500 per kilogram. Kondisi ini memberikan harapan bagi para produsen tempe untuk meningkatkan produksi guna memenuhi permintaan pasar yang cenderung meningkat.
Kenaikan produksi tempe mencapai sekitar 30 persen dibandingkan dengan hari biasa. Hal ini disebabkan oleh adanya lonjakan permintaan yang mulai terasa sejak beberapa minggu sebelum puasa. Produsen dan pedagang mengatakan bahwa kestabilan harga bahan baku menjadi faktor utama dalam peningkatan kapasitas produksi.
Perkembangan Produksi Tempe di Surabaya
Fadil, salah satu produsen tempe asal Surabaya, mengungkapkan bahwa ia mulai menambah pasokan bahan baku kedelai. Sebelumnya, produksi hanya sekitar 30 kilogram per hari, namun kini meningkat menjadi 40 kilogram. Ia menjelaskan bahwa lonjakan permintaan biasanya terasa signifikan sejak sepekan sebelum puasa hingga pekan pertama Ramadan.
Setelah periode tersebut, penjualan diperkirakan melandai sebelum kembali memuncak menjelang Idul Fitri. Dengan demikian, produsen harus siap menghadapi fluktuasi permintaan yang cukup besar.
Pengalaman Pedagang di Pasar Tradisional
Stabilitas harga kedelai juga dirasakan oleh para pedagang di pasar tradisional. Supartini, pedagang tahu dan tempe di Pasar Pucang Anom, mengungkapkan bahwa meski tidak menambah stok secara drastis, barang dagangannya habis lebih cepat dari biasanya. Ia menjual tempe di kisaran harga Rp 4.000 per potong, harga yang telah bertahan stabil selama dua bulan terakhir.
Para pedagang dan produsen berharap agar tren harga bahan baku tetap terjaga. Mereka berharap agar harga tidak naik mendadak karena akan berdampak pada daya beli masyarakat.
Kondisi Berbeda di Daerah Lain
Meskipun Surabaya mengalami stabilitas harga, daerah lain seperti Jember justru mulai merasakan tekanan harga. Kenaikan harga kedelai memaksa produsen mengurangi kapasitas produksi demi efisiensi. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi ekonomi pangan di berbagai wilayah memiliki perbedaan yang signifikan.
Tren Permintaan Selama Ramadan
Permintaan akan produk olahan kedelai, seperti tempe dan tahu, biasanya meningkat selama Ramadan. Masyarakat cenderung membeli lebih banyak produk-produk tersebut sebagai camilan atau pendamping sahur. Oleh karena itu, produsen dan pedagang harus mempersiapkan diri dengan baik agar dapat memenuhi kebutuhan pasar.
Persiapan untuk Menjelang Idul Fitri
Setelah masa Ramadan, permintaan akan turun, namun kembali meningkat menjelang Idul Fitri. Para produsen dan pedagang harus memperhitungkan hal ini dalam menentukan jumlah produksi dan stok yang tersedia. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar