Kolaborasi Pemkot Surabaya dengan ABP-PTSI Jatim, untuk Menciptakan Generasi Berpendidikan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kesempatan belajar bagi masyarakat, khususnya keluarga miskin. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah kerjasama dengan Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta (ABP-PTSI) Jawa Timur. Tujuannya adalah menciptakan program “Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana” melalui pemberian beasiswa dan bantuan pendidikan.
Sinergi antara Pemkot dan PTS
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan pertemuan dengan perwakilan ABP-PTSI Jatim di rumah dinas wali kota. Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan rencana kolaborasi yang akan dijalankan antara pemerintah daerah dengan perguruan tinggi swasta (PTS). Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa setiap keluarga miskin memiliki peluang untuk menjadi sarjana.
Beberapa program yang akan dikerjasamakan antara Pemkot dan PTS meliputi:
– Pemberian beasiswa kepada mahasiswa dari keluarga miskin
– Kerja sama dalam program kuliah kerja nyata (KKN)
– Pendampingan mahasiswa setelah lulus kuliah
Menurut Wali Kota Eri, kemajuan sebuah kota tidak hanya bergantung pada perguruan tinggi negeri (PTN), tetapi juga PTS. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan institusi pendidikan dalam mengembangkan sumber daya manusia.
Program Beasiswa untuk Keluarga Miskin
Salah satu inisiatif utama yang diangkat dalam pertemuan ini adalah sinkronisasi data mahasiswa dari keluarga miskin. Pemkot Surabaya akan memberikan bantuan pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang masuk dalam Desil 1-5.
“Bantuan ini tidak hanya untuk mahasiswa baru, tapi juga yang sudah kuliah dan selama ini tidak bisa membayar UKT,” jelas Wali Kota Eri.
Program ini diharapkan dapat mendorong pencapaian target “Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana”. Dengan adanya bantuan finansial, mahasiswa dari keluarga miskin memiliki kesempatan lebih besar untuk menyelesaikan studi dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Tanggapan dari Ketua ABP-PTSI Jatim
Ketua ABP-PTSI Jawa Timur, Dr. Budi Endarto, menyambut baik inisiatif yang diambil oleh Pemkot Surabaya. Ia menilai pemetaan keluarga miskin dari Desil 1-5 sebagai langkah berani dan strategis.
“Selama ini banyak mahasiswa dari PTS yang masuk dalam kategori keluarga miskin. Program ini akan membuat bantuan pendidikan lebih tepat sasaran,” kata Budi.
Ia juga berharap, program beasiswa yang diberikan oleh pemerintah dapat mencapai target yang ditetapkan. Menurutnya, PTS juga harus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Surabaya.
Kepedulian terhadap Kesejahteraan Masyarakat
Wali Kota Eri menegaskan bahwa keberhasilan penurunan stunting, kemiskinan, dan gini rasio tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada partisipasi semua stakeholder. Termasuk perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, serta masyarakat yang mampu.
“Surabaya dibangun bukan karena kapitalis, tapi karena gotong royong,” tegasnya.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan lembaga pendidikan, diharapkan Surabaya dapat menjadi kota yang lebih maju dan sejahtera. Melalui program beasiswa dan bantuan pendidikan, generasi muda dari keluarga miskin memiliki peluang untuk meraih masa depan yang lebih cerah.***

>

Saat ini belum ada komentar