Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EKONOMI » Gold War: Harga Emas Tembus Rekor Baru di Tengah Ketidakpastian Global

Gold War: Harga Emas Tembus Rekor Baru di Tengah Ketidakpastian Global

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Emas kembali mencatat rekor baru, melampaui level $5.000 per ounce pada hari Senin. Kenaikan ini menjadi bukti bahwa logam mulia tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari perlindungan dari risiko global dan ketidakstabilan ekonomi. Dalam situasi saat ini, emas tidak hanya dianggap sebagai aset penyelamat, tetapi juga sebagai alat investasi jangka panjang yang menjanjikan.

Pemicu Kenaikan Harga Emas

Kenaikan harga emas terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di berbagai wilayah dunia. Mulai dari Greenland hingga Venezuela dan krisis di Timur Tengah, semua faktor ini memperkuat posisi emas sebagai aset pelindung. Menurut laporan HSBC, kenaikan harga emas dan perak terjadi karena isu-isu geoekonomi yang berkaitan dengan Greenland.

Selain itu, permintaan untuk emas juga dipengaruhi oleh kebutuhan industri. Harga perak mengalami kenaikan sebesar 3% pada hari Senin, mencapai $106,1 per ounce. Analisis dari Union Bancaire Privée menunjukkan bahwa permintaan yang stabil dari investor institusi maupun retail turut mendorong kenaikan harga.

Prediksi Harga Emas di Tahun Mendatang

Banyak analis memprediksi bahwa harga emas akan terus naik dalam tahun ini. UBP memperkirakan bahwa harga emas akan mencapai $5.200 per ounce pada akhir tahun. Prediksi ini didasarkan pada permintaan yang terus meningkat dari bank sentral dan investor ritel.

Goldman Sachs juga melihat potensi kenaikan harga emas. Bank investasi ini meningkatkan proyeksi harga emas untuk Desember 2026 menjadi $5.400 per ounce, naik dari sebelumnya $4.900. Goldman Sachs menyatakan bahwa permintaan emas telah meluas di luar saluran tradisional. Penyimpanan ETF di Barat telah meningkat sekitar 500 ton sejak awal 2025, sementara instrumen baru yang digunakan untuk menghedge risiko kebijakan makro juga semakin diminati.

Peran Bank Sentral dalam Permintaan Emas

Pembelian emas oleh bank sentral tetap kuat. Goldman Sachs memperkirakan bahwa pembelian emas oleh bank sentral rata-rata mencapai 60 ton per bulan, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata sebelum 2022 sebesar 17 ton. Bank sentral negara-negara pasar berkembang terus beralih ke emas sebagai cadangan.

Salah satu aspek penting yang diperhitungkan oleh Goldman Sachs adalah bahwa hedge terhadap risiko kebijakan makro global akan tetap ada hingga 2026. Berbeda dengan hedge yang terkait pemilu, yang cepat menghilang setelah pemilu AS pada akhir 2024, hedge terhadap risiko fiskal dan keberlanjutan fiskal akan tetap stabil.

Prospek Investasi Emas

Investor yang ingin mempertimbangkan emas sebagai bagian dari portofolio mereka dapat melihat prospek positif di masa depan. Dengan permintaan yang terus meningkat dan stabilitas harga yang relatif baik, emas tetap menjadi aset yang menarik. Selain itu, peningkatan pembelian oleh bank sentral dan keluarga kaya juga memberikan dorongan tambahan terhadap permintaan.

Dalam skenario makroekonomi yang semakin kompleks, emas tidak hanya menjadi alat pengaman, tetapi juga menjadi aset yang memiliki nilai tumbuh. Dengan proyeksi harga yang optimis dan permintaan yang stabil, emas akan terus menjadi pilihan utama bagi para investor.

 

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertumbuhan Uang Beredar Melambat UMP Jakarta dan Jabar 2026

    Saldo BPNT Rp600 Ribu Sudah Masuk, Beras dan Minyak Siap Dibagikan Hari Ini!

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 60
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Berita baik bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM)! Proses pencairan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk anggaran dua bulan terakhir telah selesai. Selain bantuan uang tunai, pendistribusian bantuan berupa beras dan minyak goreng juga sedang dipercepat menjelang akhir tahun. Berikut adalah informasi terperinci tentang pencairan BPNT, himbauan penggunaan dana, serta percepatan pendistribusian bantuan pangan […]

  • DPRD Surabaya: Penundaan Pembangunan JPO Tunjungan

    DPRD Surabaya: Penundaan Pembangunan JPO Tunjungan, Faktor Keselamatan Jadi Prioritas Utama

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 56
    • 0Komentar

      DIAGRAMKOTA.COM – Pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan wisata Tunjungan Romansa Surabaya mengalami penundaan. Proyek yang awalnya direncanakan selesai pada tahun 2025 kini dipastikan terlambat hingga April 2026. Hal ini disebabkan oleh adanya kendala teknis yang memerlukan revisi desain agar sesuai dengan standar keselamatan publik. Alasan Penundaan dan Perubahan Desain Ketua Komisi C DPRD […]

  • Di Mediasi Wabup Sidoarjo dan Wawali Surabaya, Konflik PT SGM Temui Titik Terang !

    Di Mediasi Wabup Sidoarjo dan Wawali Surabaya, Konflik PT SGM Temui Titik Terang !

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 152
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Upaya penyelesaian konflik antara pihak korban dan manajemen PT SGM mulai menunjukkan titik terang. Mediasi yang difasilitasi oleh Wakil Wali Kota Surabaya Armuji dan Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana digelar di Rumah Dinas Wakil Bupati Sidoarjo, Selasa  (17/6/2025), dengan menghadirkan langsung Direksi PT SGM, Deni Irawan. Deni hadir didampingi istrinya, Merlisnawati, S.H., M.H., […]

  • DEWA Saham, Analisis Pasar Saham Saham BMRI ,JPFA

    Kinerja Pasar Saham Indonesia pada Awal Tahun 2026 Melemah, Saham BMRI hingga JPFA Turun

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 112
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pada awal tahun 2026, pasar saham Indonesia mengalami penurunan pada perdagangan hari pertama. Indeks Bisnis-27 yang menjadi indikator utama kinerja saham-saham unggulan di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat melemah sebesar 0,61% pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (6/1/2026). Penguasaan pasar oleh para investor tampaknya masih dalam kondisi waspada, mengingat adanya beberapa saham besar yang […]

  • Kurs Valuta Asing, BI ,Dolar AS

    Perkembangan Kurs Valuta Asing di Indonesia, Tukar BI untuk Dolar AS Tembus Rp17.019

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 25
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kurs valuta asing (valas) di Indonesia terus mengalami perubahan, terutama dalam konteks rupiah terhadap berbagai mata uang dunia. Informasi terbaru mengenai kurs Transaksi Bank Indonesia (BI) pada hari Selasa, 20 Januari 2026 menunjukkan bahwa nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) mencapai Rp17.019,67 per satu dolar. Angka ini menjadi perhatian utama bagi masyarakat dan […]

  • Pupuk Indonesia Salurkan 64 Persen Pupuk Subsidi di Tahun Pertama Pemerintahan Baru

    Pupuk Indonesia Salurkan 64 Persen Pupuk Subsidi di Tahun Pertama Pemerintahan Baru

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 141
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menyalurkan 64 persen dari total alokasi pupuk bersubsidi nasional pada 2025 hingga 19 Oktober 2025. Pencapaian ini bertepatan dengan satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyatakan bahwa jumlah tersebut setara dengan 6,14 juta ton dari total alokasi […]

expand_less