Emas Tembus Rekor Baru, Harga Melonjak ke Level Psikologis US$5.000 Per Troy Ons
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 14 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Harga emas di pasar global mengalami lonjakan signifikan dan berhasil mencapai level psikologis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pada perdagangan Senin (26/1/2026), harga emas dunia di pasar spot menembus angka US$5.000 per troy ons, menjadi rekor baru dalam sejarah komoditas ini. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat cepat, karena setahun lalu harga emas hanya berada di kisaran US$2.700 per troy ons.
Pemicu Kenaikan Harga Emas
Kenaikan harga emas tidak terlepas dari situasi geopolitik yang memicu ketidakpastian di berbagai belahan dunia. Salah satu pemicu utama adalah pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyatakan bahwa armada militer AS sedang bergerak menuju Iran. Pernyataan ini meningkatkan risiko konflik di kawasan Timur Tengah, sehingga mendorong permintaan akan aset aman seperti emas.
“Peran emas sebagai aset aman dan diversifikasi di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik yang tinggi menjadikannya kebutuhan bagi portofolio strategis,” ujar Tai Wong, pedagang logam independen. Menurutnya, ini bukan sekadar fluktuasi sementara, tetapi tanda perubahan mendasar dalam dinamika pasar.
Diversifikasi Cadangan dan Permintaan Global
Selain faktor geopolitik, peningkatan permintaan emas juga didorong oleh kebijakan moneter global. Bank sentral di berbagai negara mulai melakukan diversifikasi cadangan devisa mereka dengan membeli emas. Hal ini semakin memperkuat posisi emas sebagai aset yang stabil dalam jangka panjang.
Di samping itu, suku bunga rendah yang diterapkan oleh bank sentral AS juga memberi ruang bagi emas untuk melonjak. Sebab, emas tidak memberikan imbal hasil langsung, sehingga lebih diminati saat suku bunga turun.
Perak Ikut Cetak Rekor Baru
Tidak hanya emas, harga perak juga mengalami lonjakan yang signifikan. Pada perdagangan Jumat (23/1/2026), harga perak di pasar spot mencapai level US$102,95 per troy ons, dengan kenaikan sebesar 7,04%. Pada perdagangan hari ini, harga perak tercatat naik 1,69% menjadi US$104,68 per troy ons.
Peningkatan harga perak dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk ekspektasi penurunan suku bunga AS dan gejolak geopolitik. “Perak seharusnya terus diuntungkan dari banyak kekuatan yang sama yang mendukung permintaan investasi emas,” ujar Philip Newman, direktur di Metals Focus.
Proyeksi Harga Emas ke Masa Depan
Beberapa lembaga keuangan telah menaikkan proyeksi harga emas untuk akhir tahun 2026. Goldman Sachs, misalnya, memperkirakan harga emas akan mencapai US$5.400 per troy ons pada akhir tahun ini, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar US$4.900 per troy ons. Prediksi ini didasarkan pada peningkatan pembelian emas oleh bank sentral dan pergeseran portofolio investasi global.
Selain itu, penurunan suku bunga AS yang diperkirakan akan terjadi pada 2026 juga akan mendorong permintaan emas. “Kami berasumsi pembeli diversifikasi sektor swasta, yang pembeliannya melindungi risiko kebijakan global, tidak akan melikuidasi kepemilikan emas mereka pada tahun 2026,” kata Goldman Sachs dalam laporan mereka.
Tantangan Pasokan dan Permintaan
Meski permintaan tinggi, pasokan emas masih menghadapi tantangan. Kekurangan pasokan dan kesulitan dalam pemurnian logam terus memengaruhi harga. Di sisi lain, permintaan dari sektor industri dan teknologi juga meningkat, membuat harga emas semakin stabil.
Dengan kondisi pasar yang terus berubah, emas dan perak tetap menjadi aset yang diminati oleh investor, baik untuk tujuan spekulasi maupun sebagai pelindung nilai. Masa depan harga emas dan perak tampaknya masih akan terus berkembang, tergantung pada dinamika global yang terus berlangsung.

>

Saat ini belum ada komentar