Berita Terkini Banjir Kudus: Dampak Luas pada Infrastruktur dan Kehidupan Warga
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 12 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Banjir yang melanda Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada akhir pekan lalu menunjukkan kerentanan wilayah terhadap bencana alam. Kejadian ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung dalam waktu cukup lama, sehingga mengakibatkan peningkatan debit air di sejumlah sungai utama seperti Sungai Gelis, Sungai Piji, dan Sungai Dawe.
“Luapan air dari ketiga sungai tersebut tidak dapat tertampung oleh alur sungai dan sistem drainase yang ada, sehingga menggenangi permukiman warga serta sejumlah fasilitas umum,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari.
Wilayah Terdampak dan Tingkat Kerusakan
Dampak banjir dirasakan di enam kecamatan, yaitu Kecamatan Mejobo, Kota, Jekulo, Bae, Dawe, dan Gebog. Pada awal kejadian, ketinggian muka air (TMA) tercatat mencapai sekitar 50 cm, dengan variasi genangan di sejumlah desa. Selain permukiman, banjir juga berdampak pada akses jalan, jembatan, serta lahan pertanian yang berada di sekitar daerah aliran sungai.
“Berdasarkan data sementara yang masih dalam proses pendataan, banjir ini berdampak pada sekitar 4.668 kepala keluarga atau 14.143 jiwa. Tercatat pula sekitar 4.668 unit rumah terdampak, 65 akses jalan tergenang, beberapa jembatan mengalami gangguan, serta kurang lebih 120,8 hektare areal persawahan terdampak,” tambahnya.
Koordinasi dan Penanganan Darurat
Meski tidak ada laporan korban jiwa, kerugian materiil cukup signifikan akibat terhambatnya aktivitas masyarakat dan kerusakan infrastruktur. Dalam penanganan bencana, BPBD Kabupaten Kudus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah serta instansi terkait lainnya, termasuk pemerintah kecamatan dan desa setempat.
“Proses penanganan bencana dilakukan secara cepat dan terkoordinasi untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan menghindari risiko lanjutan,” ujar Abdul Muhari.
Kondisi Warga Pasca-Banjir
Warga di sejumlah daerah terdampak mengungsi ke tempat-tempat aman seperti masjid dan sekolah sementara. Proses pembersihan lumpur dan perbaikan infrastruktur sedang berlangsung, meskipun kondisi masih memerlukan perhatian khusus.
“Kami berharap bantuan dari pihak-pihak terkait bisa segera terealisasi agar warga dapat kembali menjalani kehidupan normal,” ujar salah satu warga setempat.
Upaya Pemulihan dan Persiapan Masa Depan
Pemerintah setempat dan lembaga bantuan sosial sedang bekerja sama untuk mempercepat pemulihan. Selain itu, langkah-langkah pencegahan dan mitigasi bencana juga sedang direncanakan untuk mengurangi risiko banjir di masa depan.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar