Aryna Sabalenka: Atlet Tenis Berkeluh Kesah dengan Jadwal yang Menyulitkan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Atlet tenis top dunia, termasuk pemain peringkat satu dunia Aryna Sabalenka, mengungkapkan kekhawatiran terhadap jadwal kompetisi yang dianggap terlalu padat dan melelahkan. Sabalenka menilai bahwa pihak pengelola turnamen cenderung memprioritaskan kepentingan mereka sendiri, bukan kepentingan para atlet. Hal ini menjadi isu utama dalam kalender tenis yang kian memperparah tekanan fisik dan mental pada para pemain.
Sabalenka, yang merupakan juara bertahan di Brisbane International, menyatakan bahwa musim ini sangat intensif. Ia mengungkapkan bahwa banyak pemain mengalami cedera akibat beban latihan dan pertandingan yang berlebihan. “Bola yang digunakan cukup berat, jadi ini menjadi tantangan besar bagi kami semua,” ujarnya setelah meraih kemenangan 6-3 6-3 atas Sorana Cirstea.
Selain itu, Sabalenka juga mengungkapkan bahwa ia akan melewatkan beberapa acara untuk melindungi kondisi tubuhnya. “Saya merasa sangat lelah karena overplaying tahun lalu,” tambahnya. Meskipun hasilnya konsisten, ia sering kali harus tampil dalam kondisi tidak optimal. Ia juga menyebutkan bahwa WTA mungkin akan memberikan sanksi karena tidak memenuhi jumlah acara yang ditentukan.
Kecemasan tentang Kesehatan Pemain Tenis
Pemimpin peringkat dua dunia, Iga Swiatek, juga mengalami konsekuensi dari jadwal yang terlalu padat. Keduanya diberi sanksi karena kurangnya partisipasi dalam acara WTA 500. Namun, Sabalenka tetap bersikeras bahwa perlindungan kesehatan pemain adalah hal yang penting. “Kami perlu melindungi diri sendiri,” katanya.
Sabalenka juga menyampaikan bahwa ia belum mencapai puncak performanya saat ini. Ia sedang mempersiapkan diri untuk Australian Open, tempat ia ingin meraih gelar ketiganya dalam empat tahun. “Saya tentu ingin menang dengan skor 6-0 6-0, tapi saya hanya bisa berkembang jika ada lawan yang menantang,” ujarnya.
Permainan di Brisbane dan Auckland
Di Brisbane, Elena Rybakina, yang memenangkan Wimbledon 2022, melanjutkan bentuk permainannya yang kuat. Ia mengalahkan Paula Badosa dengan skor 6-3 6-2. Rybakina akan menjadi salah satu pesaing utama di Melbourne. Ia akan menghadapi Karolina Muchova untuk mendapatkan tiket ke semifinal.
Di sisi lain, Zheng Qinwen, runner-up Australian Open 2024, mundur dari Grand Slam pembuka tahun ini karena masih dalam proses pemulihan dari operasi lengan. “Bermain di Grand Slam membutuhkan kondisi kompetitif yang ekstrem,” tulis Qinwen di Instagram. “Saya belum mencapai kondisi terbaik yang saya targetkan.”
Pertandingan di Turnamen Putra
Di turnamen putra Brisbane, Cameron Norrie dari Britania Raya kalah dari Aleksandar Kovacevic, peringkat 58 dunia. Sementara itu, Katie Boulter, mantan nomor satu Inggris, kalah dari Elina Svitolina. Sonay Kartal menjadi satu-satunya atlet Inggris yang menang, mengalahkan Ella Seidel dengan skor 6-3 6-1.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar