BBRI? Investor Asing Aktif Lakukan Penjualan Bersih di Tengah Kenaikan IHSG
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 5 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM –Â Pada awal tahun 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kinerja positif dengan kenaikan sebesar 1,17% pada hari Jumat (2/1/2026), mencapai posisi 8.748,13. Penguatan ini terjadi dalam rentang periode Senin (29/12/2025) hingga Jumat (2/1/2026), meskipun perdagangan hanya berlangsung selama tiga hari karena libur bursa pada tanggal 31 Desember 2025 dan 1 Januari 2026.
Selama periode tersebut, indeks tercatat mengalami kenaikan sebesar 1,18%, menunjukkan optimisme investor terhadap kondisi pasar saham Indonesia. Namun, di tengah penguatan IHSG, investor asing tercatat melakukan penjualan bersih yang signifikan di beberapa saham unggulan.
Daftar 10 Saham yang Terbanyak Dijual oleh Investor Asing
Berdasarkan data dari Indo Premier, berikut adalah 10 saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing selama perdagangan pekan lalu:
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) – Rp1,76 triliun
- PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) – Rp159 miliar
- PT Capital Finance Indonesia Tbk. (CASA) – Rp105,2 miliar
- PT Pacific Strategic Financial Tbk. (APIC) – Rp101,3 miliar
- PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO) – Rp100,1 miliar
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) – Rp247,3 miliar
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) – Rp196,6 miliar
- PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU) – Rp118,7 miliar
- PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) – Rp75,5 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) – Rp445,08 miliar
Investor asing juga tercatat melakukan pembelian bersih jumbo sebesar Rp4,38 triliun di seluruh pasar, serta Rp4,55 triliun di pasar negosiasi dan tunai. Namun, penjualan bersih di pasar reguler mencapai Rp170,96 miliar, menunjukkan adanya ketidakpastian atau strategi pengelolaan portofolio yang dilakukan oleh investor asing.
Perkembangan Investasi Asing di Pasar Modal Indonesia
Meski IHSG mengalami penguatan, kebijakan investasi asing tetap dinamis. Beberapa saham besar seperti BBRI, BBCA, dan BMRI menjadi fokus penjualan, mungkin akibat perubahan strategi atau penilaian risiko terhadap sektor perbankan. Sementara itu, saham-saham lain seperti CASA dan APIC juga turut terdampak oleh aksi jual investor asing.
Pengamatan terhadap pola aliran dana asing menunjukkan bahwa para pemain besar cenderung memilih untuk mengamankan keuntungan atau mengurangi paparan risiko di tengah volatilitas pasar. Hal ini bisa menjadi indikator penting bagi para investor lokal maupun internasional dalam merencanakan strategi investasi mereka.
Tantangan dan Peluang di Pasar Saham Indonesia
Pergerakan pasar saham Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti inflasi dan suku bunga, tetapi juga oleh sentimen investor. Di tengah kenaikan IHSG, aksi jual investor asing menunjukkan bahwa pasar masih memiliki tantangan dalam menjaga stabilitas jangka pendek.
Namun, secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi yang stabil dan regulasi yang semakin baik memberikan peluang bagi pasar modal untuk berkembang. Investor asing tetap menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat likuiditas dan kepercayaan terhadap pasar saham Indonesia.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar