Masalah Sampah di Wisata Pantai Tulungagung, Ancaman bagi Keberlanjutan Pariwisata
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Wisata pantai di Tulungagung menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung, terutama selama libur nasional. Tiga lokasi wisata utama yaitu Pantai Gemah, Pantai Bayem, dan Pantai Midodaren sering kali dipenuhi oleh pengunjung yang ingin menikmati pemandangan laut dan aktivitas rekreasi lainnya. Namun, di balik pesonanya, ketiga pantai ini menghadapi tantangan besar yang berpotensi mengurangi daya tarik wisatawan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tulungagung, Ardian Candra, menjelaskan bahwa meskipun akses ke tiga pantai tersebut mudah, masalah sampah tetap menjadi perhatian khusus. “Pantai Gemah, Pantai Bayem, dan Pantai Midodaren berada pada satu lokasi. Saat wisatawan masuk ke area Pantai Gemah dan membayar tiket, mereka bisa langsung menikmati Pantai Bayem sekaligus. Sedangkan untuk Pantai Midodaren, ada tiket tersendiri,” jelasnya.
Namun, kondisi tersebut tidak sepenuhnya ideal. Setiap musim hujan, tumpukan sampah seringkali muncul, terutama karena pengaruh cuaca buruk. “Lokasi ketiga pantai ini dekat dengan Terowongan Niyama, sehingga saat curah hujan tinggi, air dari berbagai aliran sungai membawa sampah yang berasal dari rumah tangga,” ujar Ardian.
Masalah ini bukan hanya disebabkan oleh kurangnya kebersihan dari pengelola wisata, melainkan juga faktor eksternal seperti aliran air yang membawa sampah dari daerah sekitar. Saat terowongan Niyama dibuka, air yang terkumpul akan dialirkan ke Pantai Selatan, yang secara tidak langsung menyebarkan sampah ke wilayah pantai.
Kolaborasi Lintas Sektor Dibutuhkan
Menurut Ardian, penanganan sampah di lokasi wisata ini membutuhkan kerja sama antara berbagai instansi. “Kami harus melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), BPBD, maupun pengelola Terowongan Niyama. Ini menjadi PR yang harus diselesaikan oleh Disbudpar Tulungagung,” tambahnya.
Selain itu, pihaknya juga berencana untuk menciptakan keseimbangan dalam distribusi wisatawan agar tidak hanya berkumpul di tiga pantai utama. “Kami akan berupaya memecah konsentrasi wisatawan agar mereka juga berkunjung ke pantai-pantai lain di Tulungagung,” imbuhnya.
Solusi Jangka Panjang
Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan strategi jangka panjang yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan pemerintah setempat. Edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta penggunaan fasilitas pengelolaan sampah yang lebih efektif menjadi langkah awal yang perlu dilakukan.***

>
>
Saat ini belum ada komentar