BNPB Percepat Bantuan Rp600 Ribu untuk Korban Bencana Sumatera
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 31 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjamin percepatan pendistribusian Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600.000 per bulan untuk belasan ribu keluarga yang terkena dampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Peningkatan kecepatan ini dilakukan bersamaan dengan peningkatan pengiriman bantuan logistik ke daerah yang terdampak.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa DTH diberikan sebagai bantuan sementara kepada warga yang rumahnya rusak sambil menunggu proses pemulihan tempat tinggal permanen.
“Pengajuan dilakukan oleh pemerintah daerah melalui keputusan surat. Sampai saat ini, data yang telah kami terima berjumlah 16.264 kepala keluarga dengan sistem by name by address,” kata Abdul Muhari.
Ia menjelaskan bahwa pencairan DTH dilakukan secara aktif dengan menggunakan mekanisme pengambilan langsung oleh bank-bank milik negara. Pihak perbankan akan datang langsung ke tingkat kecamatan dengan melibatkan aparat pemerintahan terendah, mulai dari RT, RW, lurah, hingga pemerintah desa.
Dengan sistem tersebut, pendistribusian bantuan dianggap lebih cepat karena data kependudukan penerima, seperti KTP biometrik, foto, dan sidik jari, sudah tersedia.
“Bank Himbara yang kami tunjuk di Sumatra Barat adalah BRI, BNI, dan Mandiri; di Sumatra Utara yaitu Mandiri dan BNI; sementara di Aceh melalui BSI,” jelasnya.
Tindakan ini diambil agar masyarakat lebih mudah mendapatkan bantuan tanpa perlu antri atau menghadapi hambatan administratif yang terlalu lama.
Selain pemberian bantuan uang, BNPB terus berupaya meningkatkan distribusi logistik. Sampai saat ini, tingkat keberhasilan pendistribusian logistik mencapai lebih dari 80 persen, dengan komitmen bahwa tidak ada bantuan yang terlambat lebih dari dua hari di setiap posko penanganan bencana.
Abdul Muhari mengatakan tingkat distribusi logistik dari Posko Halim Perdanakusuma telah mencapai 97 persen, sedangkan dari Posko Iskandar Muda sebesar 80,93 persen.
“Setiap posko provinsi selain mendapatkan bantuan dari Posko Halim juga melakukan pengadaan sendiri serta menerima dukungan dari masyarakat di wilayah masing-masing,” katanya.
Di wilayah Sumatra Utara, penyaluran logistik di Posko Silangit tercatat sebesar 98,2 persen dan di Posko Kualanamu sebesar 72,4 persen. Sementara itu, di Sumatra Barat, distribusi telah mencapai 93,5 persen.
“Standar operasional prosedur kami memastikan tidak ada barang yang terlambat selama lebih dari 2×24 jam. Oleh karena itu, tingkat distribusi di setiap posko melebihi 80 persen,” katanya.
BNPB menekankan percepatan pendistribusian logistik dan penyaluran bantuan DTH sebagai prioritas utama untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat yang terkena dampak terpenuhi serta mendukung pemulihan ekonomi dan penyediaan perumahan secara berkelanjutan. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar