Bukan Sekadar Pelabuhan, Program Kepiting Soka TTL Sabet Penghargaan CSR Nasional 2026

SURABAYA, DIAGRAMKOTA.COM – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) kembali menorehkan prestasi di luar sektor kepelabuhanan. Lewat program pemberdayaan masyarakat Budidaya Kepiting Soka (Soft Shell Crab), TTL berhasil meraih penghargaan CSR & PDB (Pemberdayaan Desa Berkelanjutan) Awards 2026.

Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan TTL dalam mengubah potensi lokal pesisir menjadi program ekonomi berkelanjutan yang berdampak langsung pada kesejahteraan nelayan dan masyarakat sekitar pelabuhan.

Program Kepiting Soka sendiri merupakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) unggulan TTL yang fokus pada budidaya kepiting cangkang lunak. Kepiting soka memiliki nilai ekonomis tinggi di pasar ekspor karena proses budidayanya yang unik dan permintaan pasar yang terus meningkat.

Melalui program ini, TTL tidak hanya memberikan bantuan bibit dan keramba, tetapi juga pendampingan intensif mulai dari teknik budidaya, manajemen pakan, pengelolaan kualitas air, hingga akses pemasaran.

Kami ingin pelabuhan hadir dan tumbuh bersama masyarakat. Budidaya kepiting soka ini bukti bahwa program CSR bisa naik kelas, dari bantuan menjadi pemberdayaan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan,” ujar Corporate Secretary TTL, Syaiful Anam.

Program ini dinilai dewan juri berhasil dalam tiga aspek utama:

1. Pemberdayaan Ekonomi:
Meningkatkan pendapatan kelompok nelayan binaan hingga berkali lipat.

2. Keberlanjutan Lingkungan:* Menggunakan sistem budidaya yang ramah lingkungan di kawasan pesisir.

3. Inovasi Sosial:* Menciptakan model bisnis sirkular dari hulu ke hilir.

Capaian ini sejalan dengan komitmen Danantara Indonesia dalam mendorong BUMN dan anak usahanya untuk menjalankan program TJSL yang tidak hanya charity, tetapi menciptakan nilai bersama (creating shared value) untuk masyarakat dan perusahaan.

Dengan penghargaan ini, TTL menegaskan posisinya tidak hanya sebagai operator terminal petikemas yang andal, tapi juga sebagai mitra pembangunan masyarakat pesisir. (dk/nns)