Ringkasan Berita:
- Sebanyak 700 atlet dari 19 kabupaten/kota bersaing dalam Kejurda/Kejurprov Ju-Jitsu Jatim Piala Gubernur Jatim 2026 di WEP Gresik pada 29–30 Agustus 2026.
- Ketua PBJI Jatim Eko Surcahyo menegaskan ajang ini sebagai sarana uji tanding (tryout) dan seleksi menuju Porprov 2027 serta Puslatda Jatim.
- PBJI Jatim menargetkan pembinaan jangka panjang untuk mempertahankan gelar Juara Umum pada ajang PON 2028 hingga kancah internasional.
Gresik, Diagramkota.com — Gelanggang olahraga Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Kabupaten Gresik resmi menjadi saksi pertarungan ratusan petarung terbaik dalam perhelatan akbar Kejurprov/Kejurda Ju-Jitsu Piala Gubernur Jawa Timur 2026. Kejuaraan tingkat provinsi yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, 29–30 Agustus 2026, ini menyajikan persaingan ketat pada sejumlah nomor bergengsi, di antaranya kategori Fighting System dan Ne-Waza System.
Ajang bergengsi ini menjadi panggung adu ketangkasan bagi sekitar 700 atlet yang datang mewakili 19 kontingen kabupaten dan kota di Jawa Timur, dari total 27 daerah yang saat ini telah aktif menjalankan pembinaan cabang olahraga bela diri ju-jitsu.
Ketua Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI) Pengprov Jawa Timur, Eko Surcahyo, menegaskan bahwa kejuaraan ini merupakan instrumen vital dalam menguji kapasitas teknis dan mental para atlet daerah melalui mekanisme uji tanding resmi (tryout).
“Pelaksanaan Kejuaraan Jujitsu Daerah Provinsi Jawa Timur Piala Gubernur ini adalah salah satu wujud tryout bagi atlet-atlet dari masing-masing kabupaten/kota yang nantinya bisa menjalankan pendidikan atau pusat latihan di masing-masing daerah untuk menyongsong Porprov 2027. Jadi ini adalah satu bentuk pembinaan rutin dari tiap-tiap kabupaten/kota untuk mengikuti kejuaraan. Dan tryout ini harus dilaksanakan karena kalau anak-anak ini semakin hari mengikuti tryout-nya dengan baik, maka kualitas dan kuantitasnya akan terbentuk di situ,” terang Eko Wahyu Surcahyo.
Rangkaian Seleksi Menuju Porprov 2027: Dari KJMO Madiun hingga Kejurkab
Eko menjelaskan, agenda kompetisi tidak akan berhenti di Gresik. PBJI Jatim bersama pengurus cabang di daerah telah merancang rangkaian kejuaraan berkelanjutan sebagai saringan ketat mengingat waktu persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 tinggal menyisakan waktu satu tahun.
Sejumlah turnamen lanjutan telah disiapkan, termasuk kejuaraan terbuka di Kota Pendekar bertajuk KJMO serta ajang kejurkab di tingkat daerah.
“Ada, nanti kita ada KJMO di Madiun, itu Kejuaraan Jujitsu Madiun Open. Jadi itu nanti juga salah satu bentuk atlet-atlet yang mau menjalani tryout untuk persiapan yaitu menuju ke Porprov 2027 karena waktunya kan tinggal satu tahun. Nah, itu jadi ada juga Kejurkab di Kabupaten Kediri, ada juga Kejurkab di beberapa daerah. Jadi ini memang masing-masing kabupaten/kota ini sudah mau memfilter atlet-atletnya nanti yang akan dipertandingkan di dalam Porprov. Jadi persaingan yang betul-betul luar biasa hebat ini,” urainya.
Target Emas: Masuk Skuad Puslatda Jatim demi Pertahankan Juara Umum PON 2028
Sebagai induk organisasi tertinggi di tingkat provinsi, PBJI Jatim memproyeksikan para atlet yang tampil impresif pada rangkaian kejuaraan daerah dan Porprov untuk direkrut masuk ke dalam Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Jawa Timur. Mereka diproyeksikan menjadi tulang punggung Jatim dalam berbagai kejuaraan nasional maupun ajang multicabang bergengsi.
Target puncaknya adalah meloloskan atlet ke pentas Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 sekaligus mengulang supremasi tertinggi sebagai tim terbaik.
“Harapan dari PBJI adalah karena PBJI adalah induk organisasi, maka harapannya atlet-atlet yang nanti bisa tampil di Porprov, dan tampil juga di kegiatan-kegiatan tryout yang sifatnya nasional atau internasional, bisa kita pilih menjadi atlet di Puslatda Jawa Timur. Arahnya nanti Jawa Timur menuju gerbang nasional dan internasional. Maka atlet-atlet yang dipilih untuk kejuaraan itu akan dipertandingkan di PON. Harapan kita tetap seperti dulu bahwa kita yakin PON 2028 nanti kita akan tampil dan berusaha untuk mempertahankan yaitu juara umum di Jawa Timur,” tegas Eko optimis.
Ketua Panitia: 700 Peserta Jadi Bukti Nyata Regenerasi Atlet Jawa Timur
Di tempat yang sama, Ketua Panitia Kejurda Ju-Jitsu Piala Gubernur Jawa Timur 2026, Nurdianto Zuhroni, menyampaikan bahwa antusiasme 700 peserta dari 19 daerah mencerminkan solidnya pembinaan akar rumput di Jawa Timur.
Nurdianto memaparkan bahwa esensi penyelenggaraan kejuaraan ini menitikberatkan pada pembinaan jangka panjang dan penelusuran bakat atlet-atlet muda potensial.
“Kejurda Ju-Jitsu Piala Gubernur Jawa Timur 2026 merupakan kejuaraan tingkat daerah yang mempertemukan para atlet Ju-Jitsu dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Tujuan utama dari kejuaraan ini adalah untuk menjadi wadah kompetisi sekaligus pembinaan bagi para atlet, khususnya atlet-atlet muda berbakat di Jawa Timur,” jelas Nurdianto Zuhroni.
Kejurprov Ju-Jitsu Jatim: Lahirkan generasi atlet Ju-Jitsu Jawa Timur
Ia menambahkan, keberlanjutan proses pembinaan ini diharapkan bermuara pada lahirnya duta olahraga yang mampu mengharumkan nama bangsa di kancah regional maupun global.
“Melalui kejuaraan ini, kami berharap dapat menemukan dan mencetak atlet-atlet berprestasi yang nantinya dapat dibina secara berkelanjutan untuk mengikuti ajang yang lebih tinggi, mulai dari Porprov, PON, SEA Games, hingga kejuaraan pada tingkat internasional. Kami berharap Kejurda ini tidak hanya menjadi sebuah kompetisi untuk memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi bagian dari proses panjang dalam melahirkan generasi atlet Ju-Jitsu Jawa Timur yang berprestasi dan mampu membawa nama baik daerah maupun Indonesia di tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya.




















