DIAGRAMKOTA.COM – Pada masa lalu, harga Bitcoin sering kali mengalami fluktuasi besar akibat berbagai faktor ekonomi dan politik global. Namun, dalam dua hari terakhir, aset kripto terbesar di dunia ini mengalami lonjakan signifikan, naik sekitar 18 persen. Harga Bitcoin kini berada di sekitar 77.600 dollar AS, menembus level 70.000 dollar AS untuk pertama kalinya sejak akhir Mei 2026.
Pergerakan harga Bitcoin ini terjadi setelah pasar merespons beberapa peristiwa penting, termasuk kebijakan pemerintah Amerika Serikat (AS) terkait pembelian kembali obligasi jangka panjang. Langkah ini memberikan dorongan besar bagi likuiditas di pasar keuangan, yang secara langsung memengaruhi perkembangan harga Bitcoin.
Menurut analisis dari strategis Bernstein, Gautam Chhugani, salah satu pemicu utama lonjakan harga Bitcoin adalah keputusan Departemen Keuangan AS untuk meningkatkan pembelian kembali obligasi pemerintah AS pada tenor panjang. Ia menjelaskan bahwa Bitcoin cenderung merespons positif ketika likuiditas di pasar meningkat.
“Kami bukan ahli makroekonomi, tetapi kami tahu Bitcoin secara historis memberikan respons positif terhadap ekspansi likuiditas,” ujar Chhugani dalam catatannya.
Selain itu, rendahnya minat terhadap Bitcoin dan pasar kripto sepanjang tahun ini juga dipengaruhi oleh kondisi pasar yang lebih ketat setelah konflik Iran dan meningkatnya risiko inflasi. Hal ini menyebabkan aliran dana ke sektor kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor, yang turut mengurangi likuiditas di pasar kripto.
Departemen Keuangan AS baru-baru ini mengumumkan akan menggandakan batas maksimum pembelian kembali obligasi jangka panjang dari 2 miliar dollar AS menjadi 4 miliar dollar AS dalam setiap sesi. Langkah ini secara langsung menyasar obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun.
Dengan membeli surat utang di pasar sekunder, Treasury bertujuan menyuntikkan likuiditas ke pasar, menstabilkan harga obligasi yang turun, sekaligus menekan biaya pinjaman yang meningkat bagi konsumen dan perusahaan.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, pada Kamis (20/8/2026) mengatakan dirinya memiliki “banyak perangkat” untuk terus menangani kenaikan imbal hasil obligasi.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga Bitcoin
- Likuiditas Pasar: Peningkatan likuiditas di pasar keuangan AS memberikan dukungan kuat bagi harga Bitcoin.
- Regulasi Aset Digital: Ekspektasi terhadap regulasi yang lebih jelas juga turut memengaruhi harga.
- Kondisi Global: Ketidakpastian geopolitik seperti konflik Iran dan tekanan inflasi memengaruhi sentimen pasar.
- Aliran Dana: Penarikan dana dari pasar kripto ke sektor lain seperti AI dan semikonduktor turut memengaruhi harga.
Pandangan Ahli tentang Masa Depan Bitcoin
Chhugani menilai bahwa meski Bitcoin mengalami reli besar dalam beberapa hari terakhir, penurunan momentum bisa saja terjadi jika situasi pasar tidak stabil. Namun, ia tetap optimis bahwa Bitcoin memiliki potensi untuk terus berkembang, terutama jika regulasi dan likuiditas pasar tetap mendukung.
- Pantau perkembangan regulasi dan kebijakan pemerintah terkait aset digital.
- Jangan terlalu terpengaruh oleh fluktuasi jangka pendek.
- Lakukan diversifikasi portofolio untuk mengurangi risiko.
- Selalu siap dengan perencanaan keuangan yang matang.
Bitcoin terus menjadi aset yang menarik bagi para investor, baik dalam skala kecil maupun besar. Meski volatilitas tetap menjadi tantangan, tren positif dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan bahwa aset ini masih memiliki daya tarik tinggi di pasar global.


















