Tinjau Program BSPS, Cahyo Harjo: Harapan 1.250 Rumah Surabaya Terealisasi Paling Lambat Agustus
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 22 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso melakukan peninjauan langsung terhadap rumah penerima manfaat Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman di kawasan Endrosono, Wonokusumo, Semampir, Surabaya. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan program perbaikan rumah warga berjalan sesuai target pemerintah pusat.
“Hari ini kami bersama perwakilan Kementerian PKP, pendamping, pengawas, dan tokoh masyarakat melihat langsung kondisi rumah penerima manfaat program BSPS yang diinisiasi Bapak Presiden,” kata Cahyo Harjo.
Surabaya Dapatkan 1.250 Unit Rumah Penerima Manfaat pada Tahun Ini
Menurut Cahyo Harjo, Kota Surabaya mendapatkan sekitar 1.250 unit rumah penerima manfaat BSPS pada tahun ini. Dia menyebut sejumlah rumah bahkan sudah memasuki tahap penurunan material dan persiapan pembangunan.
“Harapan dari Bapak Menteri, seluruh penerima manfaat di Surabaya sudah harus terealisasi paling lambat 18 Agustus,” ujar Ketua DPC Gerindra Surabaya ini.
BSPS sebagai Komitmen Presiden dalam Menyediakan Hunian Layak
Cahyo menjelaskan bahwa program BSPS menjadi bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menyediakan hunian layak, aman, dan sehat bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Tempat tinggal yang nyaman dan aman adalah salah satu pondasi utama untuk meningkatkan ketangguhan dan ketahanan keluarga,” katanya.
Masalah Struktur Bangunan yang Mengkhawatirkan
Dalam peninjauannya, Cahyo mengungkapkan bahwa sebagian besar rumah penerima manfaat masih memiliki persoalan mendasar pada struktur bangunan. Bahkan, beberapa rumah belum memiliki pondasi layak, sirkulasi udara buruk, hingga kondisi dapur dan kamar mandi yang membahayakan penghuni.
“Mayoritas yang kami lihat pondasinya belum layak. Kemudian atap terlalu rendah sehingga lembab dan berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan keluarga,” ucap dia.
Perhatian Khusus pada Kondisi MCK dan Dapur
Selain itu, kondisi MCK dan dapur juga menjadi perhatian dalam program BSPS di Surabaya. Cahyo menyebut banyak dapur warga berada di ruang tertutup tanpa ventilasi memadai sehingga berisiko terhadap keselamatan penghuni rumah.
“Kadang dapurnya berada di posisi yang sangat berbahaya karena tidak ada sirkulasi udara dan dikelilingi material yang mudah terbakar,” katanya.
Harapan agar Proses Pembangunan Berjalan Tepat Waktu
Cahyo berharap seluruh proses pembangunan berjalan tepat waktu agar masyarakat segera mendapatkan hunian yang lebih layak. Dia menyebut pemerintah pusat juga berencana menambah jumlah penerima manfaat BSPS pada tahun depan.
“Insya Allah tahun depan jumlah penerima manfaat dan kualitas programnya akan kembali ditingkatkan,” kata dia.
Ucapan Terima Kasih dari Warga Endrosono
Supiati (68), warga Endrosono, Semampir, berharap rumahnya dapat menerima bantuan BSPS, terutama untuk memperbaiki bagian dapur yang dinilai belum memiliki sirkulasi udara memadai. Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas program bantuan perumahan tersebut.
“Terima kasih kepada Presiden Prabowo atas program BSPS ini. Saya berharap dapur rumah saya bisa diperbaiki karena sampai sekarang belum ada sirkulasi yang memadai,” kata Supiati.
Program BSPS di Surabaya merupakan upaya pemerintah dalam memberikan akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan peninjauan langsung oleh anggota DPRD, diharapkan proses pembangunan dapat berjalan efektif dan mencapai target yang ditetapkan.***

>
>

Saat ini belum ada komentar