DPRD Surabaya Minta Pembangunan Pasar Keputran Selatan Sesuaikan Lingkungan Sekitar
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pembangunan Pasar Keputran Selatan di Kota Surabaya kini menjadi perhatian serius dari anggota DPRD setempat. Komisi B DPRD Surabaya menilai bahwa proyek revitalisasi ini tidak boleh dilakukan secara asal-asalan, melainkan harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitarnya.
Kebutuhan Desain yang Menyesuaikan Lingkungan
Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Baktiono, menyampaikan bahwa lokasi Pasar Keputran Selatan berada di tengah kota, tepat di area sentral Surabaya yang dikelilingi bangunan-bangunan bersejarah. Ia menekankan pentingnya desain pasar tersebut untuk tidak hanya modern, tetapi juga sesuai dengan estetika dan struktur lingkungan sekitarnya.
“Di sana jangan asal dibangun. Tetapi desainnya harus benar-benar bagus dan modern,” ujarnya.
Kondisi Lingkungan yang Perlu Diperhatikan
Baktiono menjelaskan bahwa daerah sekitar pasar seperti Darmo dan Keputran memiliki banyak bangunan peninggalan zaman kolonial yang masih kokoh dan indah. Area ini juga dilalui jembatan-jembatan lama yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.
“Jadi bangunan Pasar Keputran Selatan itu harus menyesuaikan kondisi zaman, bukan bangunan asal dibangun dan asal pedagang bisa masuk,” katanya.
Desain Pasar yang Harus Standar Internasional
Menurut Baktiono, Pasar Keputran Selatan harus dirancang dengan standar Eropa atau internasional. Ia menilai bahwa desain yang saat ini diajukan kurang cocok dengan lingkungan sekitar.
“Kalau asal dibangun seperti desainnya pernah disampaikan di Komisi B itu ya tidak sesuai, jadi tidak match dengan area di daerah sekitarnya,” tambahnya.
Pentingnya Pengelolaan yang Baik
Selain desain, Baktiono juga menyoroti pentingnya pengelolaan pasar secara modern. Ia menyarankan agar pasar tidak hanya fokus pada penjualan unggas, tetapi juga komoditas lainnya.
“Unggasnya seperti apa, terang Baktiono, cara mengangkutnya juga. Karena nanti itu pemerintah kota harus benar-benar mengawasi. Karena sementara ini untuk pemotongan unggas itu terjadi dengan sendirinya di pasar-pasar itu.”
Pengelolaan Pasar yang Lebih Baik
Baktiono menegaskan bahwa pemerintah kota perlu memastikan pengelolaan pasar yang baik, termasuk penyediaan tempat pemotongan unggas yang layak. Ia menyebut bahwa saat ini pemerintah sudah menyediakan rumah potong unggas di beberapa tempat dan akan diteruskan ke pasar-pasar tertentu.
“Kita setujui anggarannya, kita tambahin. Jadi benar-benar Pasar Keputaran Selatan itu yang benar-benar seperti standarnya standar Eropa, standar Belanda,” ujarnya.
Langkah Berikutnya
Baktiono menyarankan agar pembangunan Pasar Keputran Selatan direvisi secara total agar lebih sesuai dengan lingkungan sekitarnya. Ia yakin bahwa dengan desain yang baik dan pengelolaan yang optimal, pasar ini dapat menjadi ikon baru di tengah kota Surabaya.***

>

Saat ini belum ada komentar