Peningkatan Akses Pendidikan di Surabaya dengan Pembukaan SMPN Baru
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

SMPN 37 Kota Surabaya (dk)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota Surabaya terus berupaya meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya dalam rangka memenuhi kebutuhan pendidikan menengah pertama (SMP) yang semakin meningkat. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pembangunan dua sekolah menengah pertama negeri (SMPN) baru di wilayah Tambak Wedi dan Medokan Ayu, Kecamatan Gunung Anyar. Proyek ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurangi beban sistem zonasi yang sebelumnya menyebabkan ketidakpuasan warga.
Standar Fasilitas Minimal Dipenuhi
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya, Febrina Kusumawati, menjelaskan bahwa pihaknya sedang berupaya keras agar kedua SMPN baru tersebut bisa menerima siswa baru pada SPMB 2026. Meski masih dalam proses pematangan, standar fasilitas dasar seperti ruang kelas, ruang guru, dan toilet telah dipenuhi.
“Kami usahakan bisa menerima murid baru. Terutama SMPN yang di Tambak Wedi. Minimal satu rombel atau kelas,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa selain SMPN Tambak Wedi, SMPN di Medokan Ayu juga akan siap menerima siswa. Namun, untuk SMPN Tambak Wedi, pihaknya masih menunggu hingga menit akhir sebelum pembukaan SPMB.
Tanggapan dari Anggota DPRD Surabaya
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati, mendukung upaya pemerintah dalam membuka SMPN baru. Ia menilai bahwa kehadiran sekolah-sekolah baru ini bisa menjadi jawaban atas keluhan warga terkait sistem zonasi yang dinilai kurang adil.
“Kami masih cek dan koordinasikan dengan Dinas Pendidikan. SMPN baru yang bisa dipastikan untuk menerima murid baru yang mana,” kata Ajeng.
Ia menekankan pentingnya kejelasan dari pihak Dindik agar warga tidak merasa bingung saat proses SPMB berlangsung.
Jalur Pendaftaran SPMB 2026
Selain pembukaan SMPN baru, pendaftaran SPMB 2026 untuk jenjang SD dan SMP di Surabaya segera dibuka. Seperti tahun lalu, empat jalur pendaftaran akan tersedia, yaitu:
- Jalur Prestasi: 35% daya tampung
- Jalur Domisili: 40% daya tampung
- Jalur Afirmasi (gakin dan inklusi): 20% daya tampung
- Jalur Mutasi: 5% daya tampung
Febrina Kusumawati menyatakan bahwa tidak ada perubahan signifikan dalam sistem SPMB tahun ini. “Semua tetap seperti tahun lalu,” katanya.
Potensi Solusi untuk Masalah Zonasi
Sistem zonasi sering kali menjadi sumber ketidakpuasan warga, terutama karena lokasi sekolah yang jauh dari tempat tinggal. Dengan hadirnya SMPN baru di Tambak Wedi dan Medokan Ayu, warga sekitar dapat lebih mudah mengakses layanan pendidikan tanpa harus melalui jarak yang terlalu jauh.
Menurut Febrina, kehadiran sekolah baru ini juga diharapkan bisa mengurangi tekanan pada sekolah-sekolah yang sudah ada. “Ini akan menjadi alternatif bagi warga yang ingin mengirimkan anaknya ke sekolah dekat rumah,” tambahnya.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meskipun ada harapan besar terhadap keberadaan SMPN baru, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah memastikan kesiapan infrastruktur secara keseluruhan. Selain itu, penyesuaian kurikulum dan pengadaan tenaga pengajar juga menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Namun, dengan komitmen pemerintah dan dukungan dari DPRD, diharapkan kehadiran SMPN baru ini bisa menjadi awal dari transformasi pendidikan di Surabaya yang lebih merata dan berkualitas.***

>
>
>
>
Saat ini belum ada komentar