Kritik dari Mantan Bintang Manchester United
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 11 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Gary Neville, mantan kapten legendaris Manchester United, secara terbuka menyampaikan penyesalan atas keputusan Declan Rice untuk bergabung dengan Arsenal. Dalam wawancara terbaru, Neville menilai bahwa pemain berusia 27 tahun tersebut seharusnya sudah lama menjadi bagian dari klub Old Trafford. Ia menekankan bahwa karakter permainan Rice sangat cocok dengan kebutuhan jangka panjang Manchester United, khususnya di sektor tengah yang selama ini masih mencari stabilitas.
Neville mengungkapkan rasa kecewa tersebut setelah melihat performa Rice dalam pertandingan Arsenal melawan Manchester City. Menurutnya, Rice memiliki potensi besar untuk menjadi fondasi tim juara. Keputusan Manchester United untuk tidak memperkuat diri dengan Rice pada 2023 dinilai sebagai kesalahan strategis karena membiarkan pemain dengan profil pemimpin justru jatuh ke rival langsung.
Karakteristik Gelandang yang Tidak Biasa
Menurut Neville, Rice memiliki kombinasi kepemimpinan dan kualitas teknis yang langka. Ia menilai bahwa pemain seperti Rice bukan hanya sekadar bintang, tetapi juga sosok yang mampu membawa klub meraih gelar. Neville bahkan menyebut Rice sebagai pemain yang akan selalu direkrut oleh Manchester United di masa lalu, bersama dengan Harry Kane.
“Saya rasa Declan Rice adalah sosok… ketika dia pergi ke Arsenal seharga £100 juta, saya sangat terpukul,” ujar Neville. Ia menegaskan bahwa Rice adalah pemain yang sesuai dengan visi Manchester United sebagai klub besar yang ingin terus bersaing di level tertinggi.
Pembelajaran dari Era Sir Alex Ferguson
Neville juga mengaitkan keputusan Manchester United dengan era Sir Alex Ferguson, yang dikenal agresif dalam merekrut talenta terbaik Inggris. Nama-nama seperti Michael Carrick, Wayne Rooney, dan Rio Ferdinand menjadi contoh keberhasilan strategi tersebut. Namun, menurut Neville, pola itu tidak lagi terlihat dalam beberapa tahun terakhir.
“Anda tidak boleh membiarkan Declan Rice pergi ke klub lain,” tegas Neville. Ia menilai kehilangan pemain dengan profil seperti Rice adalah kerugian besar bagi klub yang ingin bersaing di Premier League. Menurutnya, pemain seperti itu menjadi pembeda dalam perebutan gelar.
Kehadiran Rice di Arsenal
Meski kini membela Arsenal, Neville tetap mengakui level permainan Rice berada di kategori elite. Ia berharap sang gelandang terus menunjukkan konsistensi dalam pertandingan besar. “Ini bukan saya memberikan tekanan kepadanya, omong-omong,” ungkap Neville. “Ini adalah ekspektasi saya bahwa ini akan menjadi momen seperti Roy Keane, momen Gerrard.”
Hingga saat ini, Rice terus menjadi salah satu pemain kunci Arsenal sejak transfernya dari West Ham. Bersama Arsenal, Rice telah memainkan 48 pertandingan sejauh ini, dengan torehan lima gol dan 11 assist di semua kompetisi.
Ekspektasi Tinggi untuk Pemain Masa Depan
Neville juga mengaitkan kualitas Rice dengan standar gelandang legendaris seperti Roy Keane dan Steven Gerrard. Ia menilai ekspektasi terhadap pemain seperti itu memang selalu tinggi di klub besar. Meski kini membela Arsenal, Neville tetap yakin bahwa Rice memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pemain terbaik di Liga Inggris.
Ia menegaskan bahwa Rice adalah sosok yang mampu membawa klub memenangkan liga. “Bagi saya, dia adalah pemain yang saya perhatikan selalu,” tambahnya. Dengan performa yang konsisten, Rice tampaknya akan terus menjadi bintang utama di Arsenal dan menjadi target bagi banyak klub besar di masa depan.***

>

Saat ini belum ada komentar